
Siswa SMA Taruna Nusantara Malang meraih emas di Malaysia lewat SAPU-HEAL, plester pintar antibakteri berbahan kitosan ikan sapu-sapu. Foto ist.
Malang. EDUKASIA.ID - Enam siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang mengolah ikan sapu-sapu menjadi bahan dasar plester pintar antibakteri. Inovasi bernama SAPU-HEAL tersebut mengantarkan mereka meraih Gold Medal dan Visitor’s Choice Award dalam 8th World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2026 di Malaysia.
Kompetisi yang digelar pada 20-24 September 2026 itu berlangsung secara luring di SEGi University, Malaysia. Ajang tersebut diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama SEGi University & Colleges dan diikuti tim penemu muda dari berbagai negara.
Ketua tim sekaligus founder SAPU-HEAL, Atiqah Ramadina Wardani, mengatakan dua penghargaan tersebut menjadi hasil dari proses penelitian dan kerja tim yang dilakukan selama persiapan kompetisi.
“Kami sangat senang riset panjang dan kerja keras kami semua selama di laboratorium bisa dihargai tinggi di tingkat internasional. Penghargaan medali emas dan Visitor's Choice Award ini murni hasil kerja sama tim yang solid,” ungkap Atiqah, dalam keterangan Jumat 2 Oktober 2026.
Ia berharap inovasi tersebut dapat mendorong pelajar lain untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
“Semoga inovasi SAPU-HEAL ini bisa memotivasi teman-teman pelajar lainnya di Indonesia untuk terus berani meneliti dan mencari solusi dari masalah di sekitar kita,” lanjutnya.
Olah Ikan Sapu-Sapu Jadi Plester Pintar
SAPU-HEAL merupakan karya ilmiah berjudul “SAPU-HEAL: Smart Antibacterial Patch and Visual Indicator from Invasive Armoured Catfish Chitosan”.
Tim mengangkat persoalan ikan sapu-sapu yang dikenal sebagai spesies invasif dan dapat mengganggu ekosistem lokal. Dari persoalan tersebut, mereka mengeksplorasi kandungan kitosan pada ikan untuk dikembangkan menjadi bahan plester pintar.
Produk yang dihasilkan tidak hanya dirancang sebagai plester antibakteri, tetapi juga dilengkapi indikator visual. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengetahui kondisi kebersihan atau higienitas luka tanpa harus membuka plester.
Inovasi yang menggabungkan isu lingkungan dan teknologi kesehatan itu dipresentasikan tim dalam kategori Environmental Science di hadapan juri, akademisi, dan peserta dari berbagai negara.
Konsep tersebut juga menarik perhatian pengunjung selama pameran. SAPU-HEAL kemudian memperoleh Visitor’s Choice Award, selain Gold Medal dari penilaian kompetisi.
Enam Siswa dalam Satu Tim
Tim SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dipimpin Atiqah Ramadina Wardani sebagai ketua sekaligus founder produk.
Ia berkolaborasi dengan lima anggota lainnya, yakni Adzkiran Aqra Azhly, Nesya Kalifa Indriani Gunawan, Alinda Sirpa, Satria Ramadhan Saat, dan Radithya Hazelino Rizqullah Wahid.
Mereka membawa hasil penelitian tersebut ke panggung WICE 2026 setelah melalui proses riset dan pengembangan produk di laboratorium.
Keberhasilan di Malaysia tersebut menambah catatan prestasi siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang dalam pengembangan karya berbasis sains dan inovasi.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.