SI-MUDAH: Dashboard Pemantauan Pendidikan Muadalah dan Diniyah

Arifah
0
Sistem Informasi Muadalah dan Diniyah Formal (SI-MUDAH). Foto Kemenag.

JAKARTA, EDUKASIA.ID - Pengelolaan data pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal di lingkungan pesantren didorong semakin cepat dan mudah melalui layanan digital. 

Kementerian Agama (Kemenag) mengembangkan Sistem Informasi Muadalah dan Diniyah Formal (SI-MUDAH) untuk memudahkan pemantauan data sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi terkini.

Platform ini dikembangkan Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal, Direktorat Jenderal Pesantren. SI-MUDAH mengakomodasi kebutuhan informasi terkait pendidikan Muadalah, Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), dan Pendidikan Diniyah Formal (PDF).

Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal, Mastuki, mengatakan pengembangan sistem tersebut berangkat dari kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui digitalisasi, akses informasi diharapkan semakin mudah dan proses kerja menjadi lebih optimal.

“Ini bagian yang bisa ditindaklanjuti dan pasti dibutuhkan oleh organisasi,” ujar Mastuki di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Mastuki menegaskan, digitalisasi tidak cukup hanya mengalihkan layanan ke sistem elektronik. Teknologi harus mampu menyederhanakan proses pelayanan dan memberikan manfaat nyata bagi penggunanya.

“Bagaimana menjadikan peluang-peluang tugas dan fungsi di layanan itu bisa optimal berbasis digital services. Jadi, layanan berbasis digital,” jelasnya.

“Layanan berbasis digital itu bagaimana memudahkan, mempercepat, accessible, murah, mudah, terjangkau, dan seterusnya. Itu yang diinginkan sebetulnya,” sambungnya.

Salah satu kebutuhan yang ingin dijawab melalui SI-MUDAH ialah pemantauan data pendidikan secara langsung. Mastuki menilai, data yang terus berkembang perlu tersaji dalam sistem yang memungkinkan pengguna melihat kondisi terbaru tanpa harus menunggu proses pengumpulan informasi secara manual.

“Yang paling kelihatan adalah kebutuhan untuk real-time melihat data-data yang dinamis dari Muadalah, SPM, dan PDF,” tuturnya.

Penyusun Rencana Aksi Perubahan (RAP) SI-MUDAH, E. Suhendi, menjelaskan bahwa akses data terkini dapat membantu pengawasan dan pemantauan perkembangan satuan pendidikan. Informasi tersebut juga dibutuhkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Pesantren, untuk mendukung analisis dan penyusunan kebijakan.

Menurut Suhendi, SI-MUDAH dirancang agar pengguna dapat memantau perkembangan pendidikan Muadalah dan PDF melalui satu dashboard. Sistem ini memungkinkan informasi diakses secara fleksibel tanpa terbatas lokasi dan waktu.

“Jadi, bagaimana bisa satu sisi menjadi dashboard bagi user, agar informasi-informasi terkait dengan SPM dan PDF itu bisa diakses real-time di mana saja,” jelasnya.

Pengembangan SI-MUDAH menjadi bagian dari langkah Kemenag memperkuat tata kelola pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal melalui pemanfaatan teknologi. Integrasi informasi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan, memperluas akses data, dan membantu organisasi mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat.

Ke depan, pengelola perlu menjaga akurasi serta memperbarui data secara berkala. Penguatan integrasi informasi dan pengembangan fitur sesuai kebutuhan pengguna juga menjadi bagian penting agar SI-MUDAH dapat berfungsi optimal sebagai pusat informasi sekaligus pendukung tata kelola pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal di Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top