UIN Raden Mas Said Latih Guru BK se-Solo Raya Gunakan Model PIC

Redaksi
0
UIN Raden Mas Said Surakarta melatih guru BK se-Solo Raya menggunakan model PIC untuk mendampingi siswa memilih studi lanjutan dan karier. Foto ist.

Kontributor: Beta Nur Bety Tsany.

Surakarta. EDUKASIA.ID
- Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA, MA, dan SMK se-Solo Raya mengikuti pelatihan bimbingan karier berbasis Prescreening, In-depth Exploration, and Choice (PIC Model) pada 19-23 Oktober 2026. Pelatihan ini membekali guru dengan pendekatan terstruktur untuk mendampingi siswa menentukan pilihan pendidikan lanjutan dan karier.

Kegiatan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Mas Said Surakarta itu berlangsung secara hybrid di Aula Samber Nyowo UIN Raden Mas Said Surakarta dan Hotel Multazam.

Model PIC menawarkan tiga tahapan pengambilan keputusan karier, mulai dari menyaring alternatif, mengeksplorasi pilihan secara mendalam, hingga menentukan keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Anggota tim pengabdian, Ayatullah Khutub Hardew, M.Psi., Psikolog, mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk membantu guru BK mendampingi siswa mempertimbangkan pilihan masa depan secara lebih terarah.

“Selama ini banyak layanan karier hanya berhenti di tes minat dan info brosur kampus,” ujar Ayatullah, saat pelatihan.

Pada tahap prescreening, siswa diajak menyaring pilihan karier dengan mempertimbangkan empat aspek, yakni values (nilai hidup), ability (kemampuan), resource (dukungan dan biaya), serta pressure (tekanan keluarga atau sosial). Tahap ini membantu siswa melihat kesesuaian antara pilihan karier dan kondisi yang mereka hadapi.

Tahap berikutnya, in-depth exploration, mengajak siswa menggali pilihan yang tersisa secara mendalam dan realistis. Siswa tidak hanya mengikuti pilihan teman, tetapi juga mempertimbangkan potensi serta sumber daya yang dimiliki.

“Ketiga, Choice, siswa mengambil keputusan dengan matriks yang matang dan menyusun Plan A, B, dan C,” kata Ayatullah.

Melalui tahap choice, siswa diarahkan menentukan pilihan berdasarkan hasil eksplorasi sekaligus menyiapkan rencana alternatif apabila pilihan utama tidak dapat diwujudkan.

Pelatihan tersebut tidak hanya berisi pemaparan teori. Peserta juga berlatih menangani lima studi kasus yang menggambarkan persoalan bimbingan karier di sekolah dan madrasah.

Kasus yang dibahas antara lain siswa berprestasi yang menghadapi tekanan orang tua, siswa yang bimbang memilih kuliah atau menikah, serta siswa difabel pengguna kursi roda yang bercita-cita menjadi jurnalis.

Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MA Jawa Tengah, Beta Nur Bety Tsany, menilai pelatihan tersebut membantu guru BK meningkatkan kompetensi profesional dalam mendampingi siswa menentukan pilihan karier.

“Pengabdian masyarakat ini sangat membantu guru BK meningkatkan kompetensi profesionalnya dalam mengarahkan siswa mengambil keputusan karier,” ujar Beta.

Menurutnya, model PIC memberi guru BK tahapan yang dapat digunakan untuk mendampingi siswa. Pendekatan ini dinilai lebih praktis karena tidak berhenti pada pemberian motivasi, tetapi juga membantu siswa menimbang alternatif dan menentukan keputusan.

“Model PIC ini sangat praktis, mudah diterapkan di madrasah, dan menjawab kegalauan siswa zaman sekarang yang tidak cukup hanya diberi ceramah motivasi. Guru BK kini punya alat yang jelas untuk membantu siswa lebih mantap memilih masa depan,” katanya.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Kholillurohman, M.Si., menjelaskan bahwa penerapan model PIC dalam layanan BK karier diharapkan meningkatkan kompetensi guru dalam membantu siswa memahami potensi diri dan mengambil keputusan secara mandiri.

Melalui pelatihan ini, tim pengabdian berharap guru BK dapat menerapkan model PIC untuk mendampingi siswa merencanakan pendidikan lanjutan dan karier dengan mempertimbangkan kemampuan, sumber daya, serta kondisi masing-masing.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top