5 Tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam Memuliakan Tamu

Redaksi
0
Ilustrasi ornag beratamu. Ada 5 adab menjamu tamu menurut Islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, mulai dari tutur kata santun hingga jamuan bagi tamu. Foto ist.

Oleh: Sholeh

EDUKASIA.ID - Memuliakan tamu merupakan salah satu ajaran Islam yang mencerminkan keimanan sekaligus kepedulian terhadap sesama. Sikap tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui hidangan yang disajikan, tetapi juga lewat tutur kata, keramahan, dan perhatian terhadap kebutuhan tamu.

Dalam kehidupan keluarga Muslim, kebiasaan menghormati tamu perlu ditanamkan sejak dini. Kehadiran tamu hendaknya disambut dengan baik karena menjamu tamu merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah SAW berpesan tentang pentingnya memuliakan tamu dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «مَن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرًا أو ليصمت، ومَن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره، ومَن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه».

Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa memuliakan tamu merupakan bagian dari perilaku seorang Muslim. Berikut lima tuntunan dalam menjamu tamu sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Bertutur Kata dengan Santun


Tutur kata yang santun menjadi salah satu cara memuliakan tamu. Ucapan yang baik dapat menciptakan suasana nyaman, menumbuhkan rasa kasih sayang, serta mempererat persaudaraan antara tuan rumah dan tamu.

Karena itu, tuan rumah hendaknya menjaga perkataan dan menghindari ucapan yang dapat menyinggung perasaan tamu.

2. Menyambut Tamu dengan Wajah Berseri


Keramahan tidak selalu harus ditunjukkan melalui sesuatu yang mewah. Senyuman dan wajah berseri ketika menyambut tamu merupakan bentuk penghormatan sederhana yang dapat membuat tamu merasa diterima.

Menyambut tamu dengan gembira juga mencerminkan sikap menghargai orang lain. Sebaliknya, sikap acuh tak acuh dapat membuat tamu merasa tidak nyaman.

3. Segera Menyuguhkan Hidangan


Menyediakan hidangan merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada tamu. Tuan rumah dapat menyuguhkan makanan atau minuman sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan yang dimiliki.

Hidangan tersebut menjadi wujud keramahan sekaligus ungkapan terima kasih atas kunjungan tamu. Tuan rumah juga dapat mempersilakan tamu menikmati sajian yang telah disediakan tanpa membuatnya merasa sungkan.

4. Menyesuaikan Jamuan dengan Waktu Kedatangan


Waktu kedatangan tamu dapat menjadi pertimbangan dalam menyiapkan jamuan. Jika tamu datang pada pagi hari, tuan rumah dapat menawarkan sarapan. Sementara itu, apabila tamu datang menjelang atau pada waktu makan siang, tuan rumah dapat menyediakan santap siang.

Kebiasaan menjamu tamu dengan makanan mengingatkan pada keteladanan Nabi Ibrahim AS yang memuliakan tamu. Kisah tersebut menjadi salah satu teladan tentang keramahan dan kepedulian terhadap orang yang berkunjung.

5. Menyediakan Tempat Istirahat bagi Tamu yang Bermalam


Apabila tamu hendak bermalam, tuan rumah dianjurkan menyediakan tempat istirahat sesuai dengan kemampuan dan kondisi rumah. Perhatian tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap kebutuhan tamu selama berada di rumah tuan rumah.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُحْرِجَهُ

Artinya: “Jamuan bagi tamu berlangsung selama tiga hari. Lebih dari itu merupakan sedekah. Tidak halal bagi tamu untuk tinggal di rumah seseorang hingga menyusahkannya.”

Hadis tersebut mengajarkan keseimbangan dalam hubungan antara tamu dan tuan rumah. Tuan rumah hendaknya memberikan pelayanan dengan baik, sedangkan tamu juga perlu memperhatikan kenyamanan serta kemampuan orang yang menerimanya.

Memuliakan Tamu, Menguatkan Persaudaraan


Memuliakan tamu tidak harus diwujudkan dengan jamuan yang mahal. Tutur kata yang santun, senyuman, hidangan sederhana, dan perhatian terhadap kebutuhan tamu merupakan bentuk keramahan yang dapat dilakukan sesuai kemampuan.

Dengan membiasakan sikap tersebut di lingkungan keluarga, nilai-nilai Islam tentang penghormatan kepada sesama dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top