Fakultas Hukum UPN Veteran Jatim meraih rekor MURI melalui pelatihan paralegal untuk memperkuat pemahaman hukum dan akses keadilan perempuan disabilitas. Foto ist.
Surabaya. EDUKASIA.ID - Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pelatihan paralegal yang secara khusus ditujukan bagi perempuan penyandang disabilitas. Penghargaan tersebut diberikan di lingkungan kampus UPN Veteran Jawa Timur, Kamis 5 November 2026.
Pelatihan bertajuk Perintis Pelatihan Paralegal Perempuan Disabilitas pada Fakultas Hukum PTN: Sinergi Nilai Bela Negara dan Advokasi Hukum Inklusif itu menjadi bentuk kepeloporan perguruan tinggi negeri dalam membuka akses pembelajaran hukum bagi perempuan disabilitas.
Program ini diinisiasi dua akademisi Fakultas Hukum UPN Veteran Jawa Timur, Rohmatul Faizah, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Abdullah Fikri, S.H.I., M.S.I. Pelaksanaannya melibatkan YLBHI-LBH Surabaya dan LKSPD Rumah Kinasih Mandiri.
Ketua Pelaksana Rohmatul Faizah mengatakan, penghargaan MURI bukan semata-mata pencapaian rekor, tetapi juga pengakuan atas upaya memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan hukum bagi perempuan penyandang disabilitas.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada perempuan penyandang disabilitas untuk memahami hak-hak hukumnya sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar paralegal," ujar Rohmatul.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu perempuan disabilitas lainnya ketika menghadapi persoalan hukum.
Menurut Rohmatul, perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh informasi, perlindungan, dan layanan hukum. Karena itu, mereka perlu mendapat ruang pembelajaran yang inklusif agar lebih memahami hak-haknya dan memiliki keberanian untuk memperjuangkannya.
Materi pelatihan meliputi pengenalan hukum, hak-hak penyandang disabilitas, akses bantuan hukum, serta keterampilan dasar paralegal. Pembekalan tersebut diharapkan membantu peserta mengenali persoalan hukum di lingkungan sekitarnya dan memahami langkah awal pendampingan maupun advokasi.
Rohmatul menegaskan, manfaat kegiatan tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai atau penghargaan MURI diterima.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan dan pencapaian rekor MURI saja. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal untuk membangun keberanian, kemandirian, serta kepedulian dalam memperjuangkan akses keadilan bagi sesama perempuan penyandang disabilitas," katanya.
Fakultas Hukum UPN Veteran Jawa Timur menjadikan program tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Nilai Bela Negara diwujudkan melalui upaya memperkuat perlindungan kelompok rentan dan mendorong kesetaraan akses terhadap keadilan.
Penghargaan MURI ini diharapkan menjadi pijakan untuk mengembangkan program pemberdayaan hukum yang berkelanjutan, sehingga perempuan penyandang disabilitas memiliki kesempatan lebih luas untuk memahami hak dan memperoleh akses keadilan.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.