Kunjungi Pondok Sepuh Payaman, PAR NU Wonosari Matangkan Pesantren Lansia di Perkotaan

Redaksi
0
PAR NU Wonosari mengunjungi Pondok Sepuh Payaman untuk mematangkan rencana pendirian pesantren lansia di Ngaliyan. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, memantapkan rencana pendirian pesantren lansia melalui kunjungan belajar ke Pondok Sepuh Payaman, Kabupaten Magelang, sekaligus bersilaturahmi kepada KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq di Mlangi, Sleman, Yogyakarta, Minggu 1 November 2026.

Kunjungan ke Pondok Sepuh dilakukan untuk mempelajari secara langsung konsep pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi warga lanjut usia. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan untuk bersilaturahmi kepada Gus Muwafiq sekaligus meminta doa restu atas rencana pendirian pesantren lansia di lingkungan Wonosari.

Pengasuh Pondok Sepuh Payaman, KH Muhammad Anas, menjelaskan bahwa kegiatan belajar di pesantren lansia tidak dibatasi usia. Meski santrinya sudah berusia lanjut, semangat mencari ilmu tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.

"Kalau santri kok sepuh, tapi mencari ilmu untuk semua usia," ungkapnya.

Menurut KH Muhammad Anas, pendekatan pendidikan di Pondok Sepuh lebih menitikberatkan pada amaliah atau praktik ibadah daripada sekadar penguasaan teori keagamaan.

"Di sini lebih amaliah, bukan ilmiah. Praktik, kalau hafalan ilmu atau teori sering lupa," jelasnya.

Karena itu, kegiatan santri lebih diarahkan pada pembiasaan ibadah sehari-hari. Di antaranya berjamaah, belajar thaharah atau bersuci, dan membiasakan salat tahajud.

Pembelajaran juga dilakukan melalui mengaji fashalatan dan belajar membaca Al-Qur'an. Dalam pelaksanaannya, Pondok Sepuh menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar. Warga setempat turut mendukung kegiatan mengaji, termasuk para perempuan yang rata-rata merupakan penghafal Al-Qur'an.

Model pembinaan tersebut menjadi salah satu hal yang dipelajari rombongan PAR NU Wonosari. Pesantren lansia yang akan dirintis di Wonosari diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pengajian, tetapi juga ruang pembiasaan ibadah dan penguatan kehidupan keagamaan bagi warga usia lanjut.

Ketua PAR NU Wonosari, Jamal Lutfi, mengatakan kunjungan ke Pondok Sepuh memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan pesantren lansia. Pengalaman tersebut semakin menguatkan langkah organisasi untuk merealisasikan program yang telah digagas sebelumnya.

"Ini memasyarakatkan kompleks ini, menguatkan langkah kita untuk mendirikan pesantren lansia ala kompleks masyarakat perkotaan," ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan pesantren lansia di lingkungan Wonosari berkaitan dengan kondisi masyarakat perkotaan. Sebagian warga mulai memasuki masa pensiun sehingga membutuhkan ruang untuk tetap aktif belajar agama dan memperkuat kegiatan ibadah.

Gagasan pendirian pesantren lansia sendiri telah dibahas dalam pertemuan rutin tiga bulanan PAR NU Wonosari pada 27 September 2026. Program tersebut dirancang sebagai wadah belajar agama, pendalaman amaliah Ahlussunnah wal Jamaah, pembinaan spiritual, sekaligus memperkuat silaturahmi warga lanjut usia.

Sementara itu, Koordinator Rintisan Pesantren Lansia PAR NU Wonosari, Ali Asyhar, S.HI., M.S.I., menegaskan bahwa hasil kunjungan tersebut akan segera ditindaklanjuti agar rencana pendirian pesantren tidak berhenti pada tahap gagasan.

"Kita akan langsung gas, biar tidak menguap. Segera kita koordinasi dalam dua pekan ini," katanya.

Koordinasi tersebut akan menjadi langkah awal untuk mematangkan konsep dan persiapan pendirian pesantren lansia di lingkungan Wonosari.

Melalui rintisan ini, PAR NU Wonosari berharap dapat menghadirkan model pendidikan keagamaan yang sesuai dengan karakter masyarakat perkotaan. Pesantren lansia diharapkan menjadi ruang bagi warga yang memasuki usia senja untuk terus belajar, memperbaiki amaliah, dan menjalani kehidupan yang lebih dekat dengan kegiatan keagamaan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top