Orang Tua dan Komunitas Muslim Jadi Pilar Literasi Keagamaan Gen Z di Inggris

Tim riset UIN Malang dan Universitas PTIQ Jakarta, dalam riset bertema "Religious Literacy and the Narratives of Religiosity of Gen-Z Muslims in Indonesia and the United Kingdom" saat di Inggris.  Foto ist.

Birmingham. EDUKASIA.ID - Dalam menguatkan literasi keagamaan bagi Gen-Z di Inggris sebagai penerus generasi muslim, orang tua dan komunitas muslim disebut memiliki peran sangat sentral.

Salah satu dosen muslim di University of Warwick Coventry - UK, Dr. Mahmud bin Sayyed menjelaskan hal tersebut kepada tim riset UIN Malang dan Universitas PTIQ Jakarta, Minggu (24/12/2023) waktu Coventry.

“Keluarga dan komunitas muslim berperan sentral dalam menjaga dan memastikan sustainability dakwah dan syiar Islam di Inggris bagi Gen-Z sebagai generasi penerus muslim penerus,” ungkap Mahmud Bin Sayyed.

Ditambahkannya, Islamofobia bukanlah satu-satunya tantangan terbesar bagi Gen-Z Muslim di UK dalam menjalankan aktivitas keislaman mereka.

Sementara itu, salah satu orang tua Gen Z asal Birmingham, Zakareya Alanisi, mengatakan peran orang tua menjadi sangat penting dan bahkan prioritas bagi pendidikan dan pembelajaran keislaman Gen-Z di Inggris raya saat ini.

"Kalau para orang tua Muslim disini sudah punya bekal pengetahuan dan pendidikan keislaman yang cukup, itu akan menjadi benteng sekaligus pondasi kokoh atas pendidikan keluarga dan masyarakat muslim di Inggris," ujar Zakareya Alanisi.

Hamzah Kapadia, salah satu gen-Z Muslim di Birmingham, menyoroti pentingnya peran komunitas Muslim dalam pendidikan keislaman. Baginya, komunitas menjadi wadah penting untuk saling memperdalam ilmu agama, berbagi pandangan keagamaan, dan saling mengenal lebih dalam satu sama lain.

Hamzah melanjutkan, komunitas Muslim yang saya ikuti saat ini menjadi wadah bagi pertukaran pengetahuan dan pengalaman keagamaan, menciptakan ruang interaktif yang mendukung pembelajaran keislaman yang lebih kaya dan terdalam.

Tim Riset UIN Malang dan Universitas PTIQ Jakarta kembali melanjutkan pengumpulan data riset dengan tema: melalui interview dengan mahasiswa (Gen Z) Muslim maupun orang tua mahasiswa di kota Coventry dan Birmingham.
  

Devi Pramitha, salah satu anggota Tim Riset yang juga Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengatakan bahwa interview ditujukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam bagi Generasi Z Muslim di Inggris akan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam memahami identitas dan pandangan hidup (way of life) di tengah dinamika modernitas, termasuk Islamofobia.

Devi yang didampingi oleh Dito Alif Pratama Peneliti dari Universitas PTIQ Jakarta berharap output dan outcome dari riset ini adalah dapat membuka dialog konstruktif untuk terus mendukung upaya memperkuat pondasi keagamaan dalam menghadapi dinamika modernitas dan globalisasi bagi Generasi Z Muslim di Indonesia dan Inggris.

Riset yang mengambil lokus di Indonesia dan Inggris bertema "Religious Literacy and the Narratives of Religiosity of Gen-Z Muslims in Indonesia and the United Kingdom" tersebut terselenggara atas support dan bantuan program Litapdimas, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI tahun anggaran 2023 untuk skema kolaborasi riset internasional.

buttons=(Accept !) days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top