Ini Alasan Sidang Isbat 1447 H Tidak Digelar di Kantor Kemenag Jakarta

Arifah
0

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Setjen Kemenag, Thobib Al Asyhar. Foto Kemenag.

EDUKASIA.ID - Sidang Isbat awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026 tidak digelar di kantor layanan Kementerian Agama di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Setjen Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan, keputusan ini semata-mata karena pertimbangan teknis, terutama keterbatasan ruang dan akses.

“Pemindahan lokasi sidang isbat murni didasarkan pada pertimbangan teknis agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pihak. Lokasi yang dipilih selain berada pada kawasan yang mudah diakses, juga memiliki ballroom besar, ruang konferensi pers yang memadai, serta ruang yang disiapkan khusus untuk salat Magrib,” ujarnya.

Thobib menjabarkan tiga alasan utama kenapa Sidang Isbat tidak bisa digelar di kantor Kemenag.

Pertama, sedang ada pembangunan stasiun MRT di depan gedung layanan Kemenag. “Hampir separoh jalan di depan kantor layanan Kementerian Agama ditutup untuk keperluan pembangunan. Kalau Sidang Isbat dipaksakan di lokasi itu, dikhawatirkan menyebabkan kemacetan dan mengganggu kegiatan masyarakat, karena jalanan menjadi lebih sempit,” kata Thobib di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Kedua, ruang yang tersedia di lobi gedung Kemenag tidak memadai untuk acara sebesar Sidang Isbat. Acara ini selalu menarik perhatian publik, dihadiri tokoh agama, duta besar negara sahabat, dan ratusan awak media. Setidaknya dibutuhkan tiga area: ruang sidang di Auditorium HM Rasjidi, ruang konferensi pers, dan ruang konsumsi.

“Ruang pertemuan yang ada di lobi gedung layanan Kemenag juga sedang digunakan untuk layanan publik mempersiapkan dokumen jemaah haji. Ini fungsi yang sangat urgen di tengah persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Kapasitas Auditorium HM Rasjidi tidak memungkinkan untuk dijadikan ruang sidang sekaligus ruang konferensi pers dan konsumsi,” papar Thobib Al Asyhar.

“Kita tahu layanan haji juga sangat krusial. Jadi kami tentunya turut mendukung terselenggaranya semua pelayanan tersebut,” sambungnya.

Selain itu, perhatian media terhadap Sidang Isbat setiap tahun sangat besar. Diperlukan lokasi memadai agar jurnalis dan kru media bisa bekerja tertib dan aman, mulai dari penempatan peralatan siaran, mobil SNG, alat pengambilan gambar, hingga pelaksanaan konferensi pers.

Ketiga, keterbatasan lahan parkir. “Kami khawatir kalau sidang isbat dilaksanakan di kantor justru mengganggu karena tidak ada tempat parkir dan ruangnya terbatas. Maka itu, tahun ini kami pindahkan dulu,” ujar Thobib.

Terkait kemungkinan menggunakan Masjid Istiqlal sebagai lokasi alternatif, Thobib menegaskan kapasitas ruang pertemuan skala besar di sana juga terbatas. “Kenapa tidak di Masjid Istiqlal? Ruang pertemuan dalam skala besar di Masjid Istiqlal juga terbatas,” tandasnya

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top