LPDP
EDUKASIA.ID - Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali jadi sorotan publik. Program beasiswa di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini ramai diperbincangkan usai polemik yang melibatkan salah satu alumninya, Dwi Sasetyaningtyas.
Terlepas dari polemik tersebut, LPDP tetap menjadi salah satu beasiswa paling bergengsi dan paling diburu mahasiswa Indonesia. Skema fully funded atau dibiayai penuh oleh negara membuat LPDP jadi primadona, baik untuk studi dalam negeri maupun luar negeri.
Bagi calon pendaftar, LPDP bukan sekadar soal kuliah gratis. Program ini menanggung hampir seluruh kebutuhan hidup penerima beasiswa sejak berangkat hingga kembali ke Tanah Air.
Melansir suara.com, pembiayaan LPDP terbagi dalam dua kelompok besar, yakni dana pendidikan dan dana pendukung.
Pada sisi pendidikan, LPDP memastikan kebutuhan akademik awardee benar-benar aman. Biaya pendaftaran universitas ditanggung, SPP atau tuition fee dibayar penuh langsung ke kampus, dan tersedia tunjangan buku setiap tahun untuk kebutuhan referensi belajar.
LPDP juga menyediakan dana khusus untuk riset tesis dan disertasi. Tak hanya itu, biaya seminar internasional dan publikasi jurnal ilmiah juga masuk dalam skema pembiayaan agar prestasi akademik penerima beasiswa bisa berkembang maksimal.
Di luar urusan kampus, kebutuhan hidup selama masa studi juga dijamin. Mulai dari tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, pengurusan visa dan residence permit, hingga asuransi kesehatan standar.
Setiap awardee juga mendapat dana hidup bulanan (living allowance) yang disesuaikan dengan biaya hidup di negara tujuan. Saat pertama tiba, ada settlement allowance atau dana kedatangan untuk kebutuhan adaptasi awal. LPDP juga menyiapkan dana keadaan darurat jika terjadi kondisi tak terduga.
LPDP juga memberi perhatian khusus bagi kelompok tertentu. Untuk mahasiswa program doktoral (S3), tersedia tunjangan keluarga bagi pendamping yang ikut selama masa studi.
Sementara bagi mahasiswa penyandang disabilitas, LPDP menyediakan dana pendamping khusus agar proses belajar tetap berjalan nyaman. Jika program studi mewajibkan uji kompetensi, kursus, atau sertifikasi tertentu, pembiayaannya juga bisa diajukan.



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.