Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Puasa Ramadhan 2026 telah tiba dan disambut umat Islam dengan penuh suka cita. Salah satu rukun yang wajib dipenuhi dalam ibadah puasa adalah niat. Tanpa niat, puasa tidak sah secara syariat.
Mengutip laman MUI, dalam fikih Islam, terdapat perbedaan tata cara niat antara puasa wajib dan puasa sunnah.
Untuk puasa wajib seperti puasa Ramadhan, qadha, dan nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Berbeda dengan puasa sunnah yang lebih longgar, karena niat masih boleh dilakukan di siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan.
Hal ini dijelaskan oleh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’, bahwa niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari dan tidak cukup hanya sekali niat untuk keseluruhan bulan.
Pendapat ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. Karena itu, menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap hari.
Sementara itu, Mazhab Maliki memiliki pandangan berbeda. Menurut mazhab ini, seseorang cukup berniat sekali untuk puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan, karena puasa Ramadhan dipandang sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh.
Pendapat ini dijelaskan oleh Yusuf Al-Qaradlawi dalam kitab Fiqh al-Shiyam. Karena adanya perbedaan pendapat ini, banyak ulama menganjurkan sikap kehati-hatian, yaitu dengan menggabungkan keduanya: berniat sebulan penuh di awal Ramadhan, sekaligus tetap membiasakan niat setiap malam sebagaimana ajaran Mazhab Syafi’i. Biasanya niat dilakukan setelah shalat tarawih atau saat makan sahur.
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan harian adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”
Sementara niat puasa untuk sebulan penuh berbunyi:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma jami‘i syahri Ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta‘ala.”



.png)


Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.