Kemendikdasmen Siapkan Beasiswa Talenta Indonesia untuk Murid Berprestasi

Arifah
0

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene. Foto Kemendikdasmen.

Tangerang. EDUKASIA.ID - Pemerintah menegaskan bahwa prestasi murid tidak boleh berhenti hanya di panggung kompetisi.

Melalui skema Beasiswa Talenta Indonesia, talenta-talenta unggul nasional diharapkan dapat terus berkembang hingga jenjang pendidikan tinggi.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene, mengatakan beasiswa tersebut merupakan bagian dari sistem manajemen talenta nasional yang dirancang berkelanjutan.

“Beasiswa di sini adalah bagian dari apresiasi, sekaligus upaya untuk mengembangkan. Jadi, manajemen talenta tidak berhenti satu siklus, tapi menjadi suatu loop, proses yang terus-menerus berkelanjutan, sampai harapannya anak-anak tersebut nantinya dapat berkontribusi bagi masyarakat sekitarnya, bagi Indonesia,” ujar Irene di Tangerang Selatan, Minggu, 1 Maret 2026.

Irene menyampaikan hal itu dalam dialog bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik). Ia menjelaskan bahwa Beasiswa Talenta Indonesia disiapkan untuk mendukung murid berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Program tersebut memberikan pendanaan pendidikan jenjang Sarjana (S1) atau Sarjana Terapan (D4) di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Beasiswa ini menyasar murid berprestasi di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) serta SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics) melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menurut Irene, program ini lahir dari hasil pelacakan alumni talenta berprestasi yang dilakukan Puspresnas. Dari pelacakan tersebut diketahui bahwa kebutuhan utama murid berprestasi adalah keberlanjutan karier belajar serta akses pelatihan untuk pengembangan talenta.

Karena itu, Beasiswa Talenta Indonesia ditempatkan sebagai bagian dari siklus manajemen talenta yang berkelanjutan. Prosesnya dimulai dari tahap penjaringan, pembinaan, aktualisasi, apresiasi, hingga penguatan kapasitas agar talenta dapat memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Komitmen pemerintah tersebut juga diperkuat melalui dua kebijakan strategis. Pertama adalah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Kedua, Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang.

Dalam kesempatan yang sama, Irene menegaskan bahwa penguatan talenta harus berjalan sejalan dengan prinsip Pendidikan Bermutu untuk Semua. Hal ini termasuk memastikan murid di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memiliki akses yang sama.

“Arahan dari Pak Menteri, kami diingatkan bahwa prestasi ini harus bisa selaras menjalankan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Artinya, tidak ada yang tertinggal dalam kesempatan dan akses untuk bisa mengaktualisasikan talentanya,” ujar Irene.

Penjaringan talenta dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah hingga tingkat nasional. Puspresnas juga mendorong pemberdayaan sekolah agar murid dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Bina Talenta Indonesia. Program ini berfokus pada pelatihan di bidang STEM, kecerdasan artifisial, koding, serta penguatan karakter.

Irene menyebut program tersebut terbukti memberikan dampak bagi murid di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3T.

“Di wilayah 3T dan Indonesia Timur, peningkatan literasi sainsnya lebih tinggi daripada peningkatan di wilayah di luar 3T,” ujarnya.

Peningkatan tersebut diukur melalui perbandingan tingkat literasi sains sebelum peserta mengikuti Bina Talenta Indonesia dan setelah mengikuti program pelatihan tersebut.

Selain pengembangan talenta, Puspresnas juga menyiapkan sejumlah program utama pada 2026. Beberapa di antaranya adalah penyelenggaraan berbagai ajang nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI), serta Lomba Kompetensi Siswa (LKS).

Puspresnas juga akan mengirim talenta Indonesia ke berbagai ajang internasional, menjalankan program kurasi ajang dan sertifikat, memperkuat program Bina Talenta Indonesia, menyalurkan BOS Kinerja Prestasi, serta mengoptimalkan talent pool melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) dan Beasiswa Talenta Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top