Alfath, Anak Tukang Bangunan yang Lolos UGM dan Raih 15 Prestasi

Arifah
0

Alfath Qornain Isnan Yuliadi, mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil

Yogyakarta. EDUKASIA.ID - Kisah perjuangan seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada ini layak jadi sorotan.

Namanya Alfath Qornain Isnan Yuliadi, mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil Sekolah Vokasi angkatan 2022 asal Klaten.

Dari latar belakang sederhana, Alfath berhasil menembus kampus ternama dan kini mengoleksi belasan prestasi nasional hingga internasional.

Menyadur laman UGM, perjalanannya tak mudah. Sejak awal, ia bahkan harus meyakinkan orang tuanya untuk bisa kuliah. Lulusan SMK ini sempat diarahkan agar langsung bekerja setelah lulus.

“Awalnya memang tarik ulur. Karena dari awal saya dimasukkan ke SMK supaya setelah lulus bisa langsung bantu kerja,” tuturnya, ditulis Senin 13 April 2026.

Sebagai anak kedua dari enam bersaudara, kondisi ekonomi keluarga menjadi pertimbangan besar. Namun Alfath memilih tetap melangkah.

“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” kenangnya.

Keputusan itu tidak berhenti di niat. Alfath membiayai sendiri perjuangannya sejak duduk di bangku SMK. Ia ikut bekerja di proyek bangunan bersama sang ayah.

Upahnya sekitar Rp50 ribu per hari. Uang itu ia sisihkan untuk kebutuhan sekolah dan biaya mengikuti UTBK.

“Saya nggak enak minta ke bapak. Jadi saya kerja, sebagian ditabung buat UTBK, sebagian buat kebutuhan sekolah,” katanya.

Di tengah rutinitas kerja fisik dari pagi hingga sore, Alfath tetap belajar di malam hari. Bahkan menjelang ujian, ia membagi waktu dengan ketat.

Perjuangannya sempat terguncang saat mengalami kecelakaan kerja dan jatuh dari lantai dua proyek. Namun hal itu justru menguatkan tekadnya.

“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,” ujarnya.

Momen penentuan datang saat pengumuman UTBK. Alfath membuka hasilnya sendirian di kamar. Saat dinyatakan lolos, emosinya tak terbendung.

“Saya ingat banget, saya lari nyamperin kakek saya, langsung saya peluk dan bilang, Saya jadi kuliah.," ujarnya

Ia menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang berhasil lolos ke UGM. Bahkan, ia juga yang pertama di keluarganya yang bisa kuliah.

“Kalau di angkatan saya, jujur cuma saya. Satu-satunya dari SMK saya yang lolos,” ujarnya.

Masuk dunia kampus membawa perubahan besar. Dari yang semula mengaku introvert, Alfath mulai aktif berorganisasi dan mengikuti kompetisi.

“Saya dulu bahkan diajak lomba nggak mau. Tapi di UGM saya sadar itu penting, dan mulai aktif sejak semester tiga,” katanya.

Hasilnya tak main-main. Ia telah meraih sekitar 15 prestasi di tingkat nasional dan internasional. Bahkan, ia pernah menjadi finalis kompetisi di Nanyang Technological University Singapura.

Pencapaiannya mengantarkannya meraih penghargaan Insan Berprestasi UGM 2025. Keluarganya pun bangga.

“Orang tua saya senang banget. Mereka nggak menyangka anaknya bisa sampai dapat penghargaan dari UGM,” ujarnya.

Bagi Alfath, perjalanan ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia ingin menjadi pembuka jalan bagi keluarganya untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Di akhir cerita, ia menyampaikan pesan sederhana.

“Tugas kita bukan menerka masa depan, tapi memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan sekarang, supaya nanti kita tidak menyesal,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top