Puluhan Ribu Guru Pensiun Tiap Tahun, Siapa yang Gantikan?

Arifah
0

Kegiatan belajar dan mengajar. Kemendikdasmen.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Kebutuhan guru di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Setiap tahun, puluhan ribu tenaga pendidik pensiun sehingga kekosongan terus terjadi di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan sekitar 70 hingga 80 ribu guru memasuki masa pensiun tiap tahun.

Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan guru menjadi isu strategis yang harus segera diselesaikan.

Di tengah kekurangan tersebut, peran guru honorer dinilai masih sangat vital dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah.

“Guru-guru honorer yang saat ini masih ada, kami masih sangat membutuhkan. Kami menghimbau satuan pendidikan untuk tidak merumahkannya karena mereka tetap menjalankan fungsi penting dalam pembelajaran," ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Nunuk dalam Rapat Koordinasi Implementasi Program Prioritas Kemendikdasmen di Lampung, Senin, 13 April 2026.

Selain fokus pada jumlah, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program prioritas.

“GTK melakukan berbagai program prioritas seperti penguatan profesionalisme guru, yang tujuannya adalah kesejahteraan melalui penuntasan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi akademik,” jelasnya.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah percepatan sertifikasi serta peningkatan kualifikasi akademik guru. Hingga kini, capaian sertifikasi secara nasional sudah melampaui 92 persen.

“Secara nasional kita sudah mencapai di atas 92 persen guru tersertifikasi. Sisanya adalah yang belum memenuhi kualifikasi S1, dan ini kita dorong melalui program beasiswa kualifikasi D4/S1,” ujarnya.

Namun, upaya tersebut tidak lepas dari kendala keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah pusat.

Karena itu, peran pemerintah daerah dinilai penting untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, salah satunya melalui pelatihan berbasis komunitas.

“ Pemda kita dorong melalui pelatihan guru berbasis komunitas, yakni berbasis kelompok kerja guru agar mereka bisa terus belajar secara kolaboratif,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)
aio

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top