Majelis Alumni IPNU Bojonegoro Dikukuhkan, Siap Kawal Sosialisasi Beasiswa

: Usman Roin
0

Foto Bersama Tamu Undangan dan Presidium Cabang Majelis Alumni IPNU Bojonegoro. Foto Ist.

Bojonegoro. EDUKASIA.ID - Presidium Cabang Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Bojonegoro Masa Khidmat 2025-2030, resmi dikukuhkan Ahad, 10 Mei 2026, di Bojonegoro.

Acara yang dirangkai dengan sosialisasi proiritas program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bidang Pendidikan, menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Ec. Anwar Mukhtadlo.

Dalam paparannya, Anwar selaku Kadisdik menjelaskan bila pendidikan merupakan asas dalam Pembangunan daerah. Karenanya, pelayanan Pendidikan yang berkualitas dan terjangkau harus bisa diakses oleh semua warga tanpa terkecuali.

Kadisdik juga menyebutkan, Pemkab Bojonegoro telah menyediakan ragam beasiswa mulai dari pondok pesantren, keluarga miskin, hingga tugas akhir. Khusus beasiswa scientist dan 10 sarjana perdesa, masih menunggu perubahan peraturan bupati terbaru.

“Beasiswa ini bisa mewujudkan kehidupan yang baik dan berkualitas bagi masyarakat bojonegoro,” terangnya.

Guna kelancaran program beasiswa, Kadisdik juga mengajak kepada pelajar, calon mahasiswa, untuk aktif mengakses program tersebut sebagaimana ketentuan dan persyaratan.

“Lebih jelasnya, bisa akses website Pemkab Bojonegoro, atau datang di kantor Dinas Pendidikan untuk lebih lanjutnya,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Alumni IPNU Kabupaten Bojonegoro Miftahul Huda, meminta kepada kader IPNU mulai pimpinan cabang kabupaten, pimpinan anak cabang kecamatan hingga pimpinan ranting desa, untuk turut serta mensosialisasikan program beasiswa pendidikan di Bojonegoro. Sehingga, tidak ada lagi hambatan bagi anak, pelajar, untuk mendapatkan pendidikan yang murah dan berkuwalitas.

“Membahas pendidikan maka sama halnya sedang menyusun tatanan kehidupan yang berkualitas di masa mendatang yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Saifuddin Idris selaku Wakil Bidang Organisasi PCNU Bojonegoro, menyambut baik visi MA IPNU. Ia menegaskan, bila keberadaan alumni yang tercatat lintas profesi harus menjadi motor penggerak di segala sektor. Terutama pendidikan bagi anak-anak di pelosok desa.

“Pendidikan adalah satu-satunya cara meningkatkan kesejahteraan. Alumni harus memfasilitasi anak desa yang kesulitan sekolah, minimal dengan memberikan informasi akses pendidikan,” jelasnya.

Ia mengingatkan, bahwa Majelis Alumni bukanlah sekadar “tempat parkir” bagi mereka yang sudah purna tugas, melainkan wadah kolaborasi produktif.

“Silakan mengembangkan diri sesuai kompetensi masing-masing. Tapi jangan lupa, kembalilah ke IPNU dan NU untuk berkontribusi,” pesannya.

Adapun Imam Fadli selaku Wakil Ketua Majelis Alumni IPNU Pusat, menyoroti bila kekuatan kolektif alumni menjadi luar biasa jika bersatu. Karenanya, ia mendorong MA IPNU Bojonegoro, untuk bisa berkolaborasi dalam pembangunan daerah. Khususnya, menyukseskan program Satu Desa 10 Sarjana agar buahnya bisa dipetik di masa yang akan datang.

“Yang dibutuhkan adalah, komitmen konsistensi arah gerakan perjuangan untuk mewujudkan visi misi organisasi,” ujarnya.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top