Ilustrasi. Foto Freepik.
EDUKASIA.ID - Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan hanya kisah perpindahan tempat, tetapi juga perjalanan yang penuh strategi, pengorbanan, dan kerja sama.
Dalam peristiwa bersejarah tersebut, sejumlah sahabat dan pendukung Rasulullah SAW mengambil peran penting sesuai kemampuan masing-masing.
Berkat kontribusi mereka, proses hijrah dapat berjalan dengan aman hingga Rasulullah SAW tiba di Madinah.
Mengutip laman Kemenag, berikut tujuh sosok yang memiliki peran besar dalam menyukseskan hijrah Rasulullah SAW.
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq, Pendamping Setia Rasulullah
Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi sahabat yang menemani Rasulullah SAW selama perjalanan hijrah menuju Madinah. Ketika kaum Quraisy berupaya mengejar dan menangkap Nabi, Abu Bakar tetap berada di samping beliau, termasuk saat bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.
Mengutip laman Kemenag, berikut tujuh sosok yang memiliki peran besar dalam menyukseskan hijrah Rasulullah SAW.
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq, Pendamping Setia Rasulullah
Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi sahabat yang menemani Rasulullah SAW selama perjalanan hijrah menuju Madinah. Ketika kaum Quraisy berupaya mengejar dan menangkap Nabi, Abu Bakar tetap berada di samping beliau, termasuk saat bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.
Selain mendampingi Rasulullah SAW, Abu Bakar juga menyiapkan berbagai kebutuhan perjalanan seperti kendaraan dan bekal. Kesetiaan, keberanian, dan pengorbanannya menjadikan Abu Bakar salah satu tokoh paling berpengaruh dalam peristiwa hijrah.
2. Ali bin Abi Thalib, Sosok yang Menjaga Amanah
2. Ali bin Abi Thalib, Sosok yang Menjaga Amanah
Ali bin Abi Thalib memainkan peran yang sangat berani pada malam hijrah. Saat kaum Quraisy mengepung rumah Rasulullah SAW dengan rencana membunuh beliau, Ali bersedia tidur di tempat tidur Nabi untuk mengelabui para pengepung.
Tindakan tersebut membuat Rasulullah SAW memiliki kesempatan meninggalkan rumah tanpa diketahui musuh. Setelah itu, Ali juga menjalankan amanah dengan mengembalikan barang-barang titipan masyarakat Makkah yang sebelumnya dipercayakan kepada Rasulullah SAW.
3. Abdullah bin Abu Bakar, Pengumpul Informasi
Selama Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur, Abdullah bin Abu Bakar bertugas memantau situasi di Makkah. Pada siang hari, ia berbaur dengan masyarakat untuk mendengar berbagai pembicaraan dan rencana kaum Quraisy.
3. Abdullah bin Abu Bakar, Pengumpul Informasi
Selama Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur, Abdullah bin Abu Bakar bertugas memantau situasi di Makkah. Pada siang hari, ia berbaur dengan masyarakat untuk mendengar berbagai pembicaraan dan rencana kaum Quraisy.
Ketika malam tiba, ia mendatangi Gua Tsur untuk menyampaikan informasi yang diperoleh. Perannya sebagai penghubung informasi membantu Rasulullah SAW mengetahui perkembangan situasi dan menentukan langkah perjalanan dengan lebih aman.
4. Mushab bin Umair, Perintis Dakwah di Madinah
Sebelum hijrah berlangsung, Mushab bin Umair telah lebih dahulu dikirim Rasulullah SAW ke Yatsrib atau Madinah. Tugasnya adalah mengajarkan Al-Qur'an dan memperkenalkan Islam kepada masyarakat setempat setelah Baiat Aqabah pertama.
4. Mushab bin Umair, Perintis Dakwah di Madinah
Sebelum hijrah berlangsung, Mushab bin Umair telah lebih dahulu dikirim Rasulullah SAW ke Yatsrib atau Madinah. Tugasnya adalah mengajarkan Al-Qur'an dan memperkenalkan Islam kepada masyarakat setempat setelah Baiat Aqabah pertama.
Berkat kemampuan berdakwah dan akhlaknya yang baik, Mushab berhasil mengajak banyak penduduk Madinah memeluk Islam, termasuk beberapa tokoh berpengaruh. Keberhasilannya membuat Madinah menjadi tempat yang siap menerima kedatangan Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin.
5. Asma binti Abu Bakar, Penyedia Logistik Perjalanan
Asma binti Abu Bakar memiliki jasa besar dalam mendukung kebutuhan Rasulullah SAW selama masa persembunyian di Gua Tsur. Ia secara diam-diam mengantarkan makanan dan bekal untuk Rasulullah SAW serta ayahnya.
5. Asma binti Abu Bakar, Penyedia Logistik Perjalanan
Asma binti Abu Bakar memiliki jasa besar dalam mendukung kebutuhan Rasulullah SAW selama masa persembunyian di Gua Tsur. Ia secara diam-diam mengantarkan makanan dan bekal untuk Rasulullah SAW serta ayahnya.
Dalam salah satu riwayat, Asma membelah ikat pinggangnya menjadi dua bagian untuk mengikat bekal perjalanan karena tidak menemukan tali.
Dari peristiwa tersebut, ia mendapat julukan Dzatun Nithaqain atau perempuan yang memiliki dua ikat pinggang. Perannya menjadi bukti pentingnya kontribusi perempuan dalam perjuangan Islam.
6. Amir bin Fuhairah, Penjaga Kerahasiaan Jejak
Amir bin Fuhairah merupakan sahabat yang membantu menjaga kerahasiaan lokasi persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Ia menggembalakan kambing di sekitar jalur yang dilalui Abdullah bin Abu Bakar maupun Asma binti Abu Bakar untuk menghapus jejak kaki mereka.
6. Amir bin Fuhairah, Penjaga Kerahasiaan Jejak
Amir bin Fuhairah merupakan sahabat yang membantu menjaga kerahasiaan lokasi persembunyian Rasulullah SAW dan Abu Bakar. Ia menggembalakan kambing di sekitar jalur yang dilalui Abdullah bin Abu Bakar maupun Asma binti Abu Bakar untuk menghapus jejak kaki mereka.
Selain itu, susu dari kambing-kambing tersebut juga menjadi tambahan makanan selama masa persembunyian. Meski sering luput dari perhatian, peran Amir sangat penting dalam menghindarkan Rasulullah SAW dari kejaran kaum Quraisy.
7. Abdullah bin Uraiqith, Penunjuk Jalan yang Terpercaya
Dalam perjalanan menuju Madinah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar mempercayakan urusan navigasi kepada Abdullah bin Uraiqith. Meski saat itu belum memeluk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jujur dan ahli mengenal rute-rute padang pasir.
7. Abdullah bin Uraiqith, Penunjuk Jalan yang Terpercaya
Dalam perjalanan menuju Madinah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar mempercayakan urusan navigasi kepada Abdullah bin Uraiqith. Meski saat itu belum memeluk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jujur dan ahli mengenal rute-rute padang pasir.
Abdullah bin Uraiqith memilih jalur yang tidak biasa dilalui sehingga rombongan hijrah dapat menghindari pengejaran kaum Quraisy. Keahlian dan profesionalismenya menjadi salah satu faktor yang membantu keberhasilan perjalanan hijrah.
Kisah ketujuh tokoh tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan hijrah Rasulullah SAW tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi banyak pihak. Semoga bermanfaat.
Kisah ketujuh tokoh tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan hijrah Rasulullah SAW tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi banyak pihak. Semoga bermanfaat.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.