Sejumlah peserta seminar nasional penguatan kompetensi konselor berfoto bersama di sela kegiatan di UIN Raden Mas Said Surakarta. Foto IST.
Surakarta, EDUKASIA.ID - Peran guru Bimbingan Konseling (BK) dinilai semakin penting di tengah meningkatnya tantangan kesehatan mental yang dihadapi peserta didik.
Karena itu, sebanyak 250 guru BK madrasah dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti Seminar Nasional Penguatan Kompetensi Konselor dalam Menghadapi Krisis Psikologis Peserta Didik di UIN Raden Mas Said Surakarta, 9–11 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Kanwil Kemenag Jawa Tengah, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) MA Jawa Tengah.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi tentang kesehatan mental Generasi Alpha, digital parenting, kecanduan gawai, hingga penguatan kompetensi guru BK di era kecerdasan buatan (AI).
Ketua MGBK MA Jawa Tengah, Beta Nur Bety Tsany, menegaskan guru BK harus terus meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan zaman.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap guru BK tidak hanya sekadar menjadi pembimbing, tetapi mampu menjadi oase penyejuk bagi siswa melalui pendekatan kurikulum berbasis cinta," ujarnya saat menyampaikan pesan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Menurutnya, guru BK perlu terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar dapat mendampingi siswa secara lebih efektif.
"Guru BK harus siap meng-upgrade ilmu agar adaptif terhadap krisis psikologis anak di era AI ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, UIN Raden Mas Said Surakarta juga meluncurkan Mental Health Center sebagai pusat layanan kesehatan mental.
Peluncuran itu diharapkan dapat memperluas akses pendampingan psikologis bagi masyarakat sekaligus mendukung layanan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoA) antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan sejumlah kepala madrasah.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan psikologis bagi peserta didik di madrasah.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.