Ilustrasi. Jelang berakhirnya program SEHATI pada Juli 2026, kuota gratis di Jateng masih sisa 37,6%. WHC UIN Walisongo gerak cepat pacu pendamping P3H kejar target. Foto Unsplash.
Semarang, EDUKASIA.ID – Kuota program Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) di Jawa Tengah saat ini masih tersisa cukup besar. Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) diharapkan dapat segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum program resmi berakhir pada Juli 2026 mendatang.
Ketua LP3H WHC UIN Walisongo, M. Najibur Rahman, menyebutkan bahwa sisa kuota yang belum terserap di wilayah Jawa Tengah masih berada di angka sepertiga lebih.
"Kuota Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) Provinsi Jawa Tengah per 12 Juni 2026, yaitu sekitar 37,6% yang belum terserap," ungkap Najibur.
Data tersebut mencuat dalam forum Klinik Halal bagi Pendamping Proses Produk Halal (P3H) yang digelar oleh Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Walisongo Halal Center (WHC) UIN Walisongo Semarang secara daring pada Jumat 12 Juni 2026.
Najibur menegaskan, peran aktif para pendamping halal saat ini sangat krusial untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) memanfaatkan sisa kuota yang ada sebelum program berakhir.
Sementara itu, Direktur Walisongo Halal Center, Amir Tajrid, menegaskan pentingnya peran P3H dalam mendukung penguatan ekosistem halal nasional.
Menurutnya, para pendamping halal merupakan garda terdepan dalam menjembatani akses masyarakat terhadap layanan sertifikasi halal.
“Pendamping Proses Produk Halal (P3H) membantu mewujudkan ekosistem halal di Indonesia, maka P3H memiliki peran penting dalam sertifikat halal gratis pada masyarakat umum,” ujar Amir Tajrid.
Faktanya, sambung Amir, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program ini. "Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh P3H untuk membantu mensosialisasikan program tersebut kepada para pelaku usaha, terutama usaha mikro," tukasnya.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.