Oseolla Savana berfoto bersama tim penguji usai dinyatakan lulus ujian tesis Magister Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Jumat 19 Juni 2026. Foto ist.
Semarang, EDUKASIA.ID – Oseolla Savana berhasil menyelesaikan studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Walisongo Semarang pada usia 24 tahun.
Perempuan asal Bojonegoro itu dinyatakan lulus dalam ujian tesis yang digelar pada Jum'at, 19 Juni 2026, di kampus 2 FTIK UIN Walisongo Semarang.
Ia mengangkat tesis berjudul Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Siswa MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro.
Melalui penelitian kualitatif, Oseolla mengkaji implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro.
Hasil penelitiannya menunjukkan, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Nilai-nilai tersebut dibangun melalui pengalaman belajar, keteladanan guru, pembiasaan, refleksi, serta keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas lingkungan.
Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam mampu meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa sehingga menjadi salah satu strategi yang efektif diterapkan di madrasah.
Oseolla menempuh studi di bawah bimbingan Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag. dan Dr. Hj. Lutfiyah, S.Ag., M.S.I. Sementara tim penguji terdiri atas Dr. H. Nasirudin, M.Ag, Prof. Dr. Hj. Fihris, M.Ag, Dr. Aang Kunaepi, M.Ag., Dr. H. Ismail, M.Ag., dan Dr. Ninit Alfianika, M.Pd.
Ketika ditemui oleh penguji, Ismail SM, keduanya siap mendukung dan mendoakan anaknya lanjut studi program doktor PAI FTIK UIN Walisongo Semarang.
Ismail juga menilai capaian Oseolla patut diapresiasi. Menurutnya, tidak banyak mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi magister pada usia 24 tahun.
"Usianya masih sangat muda, tetapi sudah lulus S2 Pendidikan Agama Islam. Ini tentu menjadi capaian yang membanggakan," ujarnya.
Ismail mengaku langsung mendorong Oseolla untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor di Pascasarjana UIN Walisongo.
"Saya semangati agar segera mengambil Program Doktor PAI UIN Walisongo. Alhamdulillah, orang tuanya juga mendukung. Semoga keberhasilannya menginspirasi perempuan Bojonegoro untuk terus belajar hingga S3," katanya.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.