Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i. Foto Kemenhaj.
Ponorogo. EDUKASIA.ID - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i menilai Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia.
Menurutnya, memasuki usia 100 tahun, Gontor memiliki modal kuat untuk memperluas kontribusinya hingga tingkat internasional.
Hal itu disampaikan Romo Syafi'i saat membuka Sarasehan Kiai Pesantren Nasional yang digelar Forum Pesantren Alumni Gontor dan Forum Masyarakat Alumni Gontor dalam rangka peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Sabtu, 20 Juni 2026.
"Bahwa Gontor adalah salah satu pesantren legend Indonesia. Saya bertemu teman di luar negeri, kalau cerita tentang pesantren, mereka jawab Gontor," ujar Romo Syafi’i kepada awak media.
Artinya, Gontor untuk Indonesia itu dua hal yang sudah tidak bisa dipisahkan," tambahnya.
Menurutnya, reputasi besar yang dimiliki Gontor menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tersebut. Karena itu, Gontor juga memikul amanah yang tidak kecil dalam menjawab kebutuhan umat.
"Nama besar itu berarti Gontor mengembang amanah yang cukup besar menjadi pesantren kepercayaan umat di Indonesia. Apa yang saya saksikan di program-program yang ada di Gontor ternyata menjawab semua kebutuhan yang seharusnya hadir di Gontor," ujarnya.
"Karena Gontor sesuai dengan amanah Undang-Undang 18 Tahun 2019, tidak hanya lembaga pendidikan, tapi juga lembaga dakwah," kata Wamenag.
Ia menambahkan, peran Gontor juga terlihat dari kiprah alumninya yang tersebar di berbagai bidang kehidupan.
"Bahkan pemberdayaan. Tidak banyak alumni Gontor yang berdaya di banyak bidang kehidupan. Dan itu memang kehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat," sambungnya.
Romo Syafi'i mengatakan perjalanan panjang Gontor selama satu abad menunjukkan kemampuannya melewati berbagai fase penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga era modern saat ini.
Menurutnya, alumni Gontor kini telah berkontribusi di berbagai sektor strategis. Karena itu, memasuki abad kedua, Gontor diharapkan mampu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
"Ke depan kita berharap Gontor bisa membangun peradaban untuk Indonesia, dan peradaban ini insya Allah akan mendunia. Saya yakin Gontor mampu menciptakan itu. Tantangan ke depan adalah, pertama mempertahankan prestasi itu, yang kedua menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks," tutur Wamenag.
Ia optimistis Gontor memiliki kesiapan untuk memperluas pengaruh dan kontribusinya di tingkat global seiring semakin kuatnya hubungan antarnegara di berbagai bidang.
Ia menuturkan Gontor tidak lagi hanya untuk Indonesia, tapi sudah harus mendunia. Karena interdependensi negara dengan negara itu sudah demikian kuat, dan terlihat sudah mulai dirintis di Gontor.
"Jadi saya kira Gontor siap untuk menata dirinya, memberikan kontribusi kehidupan yang lebih baik, bukan hanya untuk Indonesia, tapi untuk masyarakat internasional," tutupnya.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.