Mengabdi Tiga Dekade, Mafruhatun Resmi Jadi Pengawas Sekolah Ahli Utama

Redaksi
0
Memiliki rekam jejak lebih dari 30 tahun di dunia pendidikan, Mafruhatun kini mengemban amanah sebagai Pengawas Sekolah Ahli Utama Kemenag RI. Foto ist.

Jakarta. EDUKASIA.ID – Hj. Mafruhatun, S.Ag., M.Pd.I, Pengawas Madrasah Kota Semarang resmi mengemban amanah baru, ia dilantik sebagai Pengawas Sekolah Ahli Utama oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026.

Pelantikan ini menjadi puncak karier bagi perempuan asal Pekalongan tersebut setelah lebih dari 30 tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Ia menjadi satu dari 24 pejabat yang kini memikul tanggung jawab strategis untuk memperkuat mutu pendidikan Islam nasional.

Perjalanan Karier yang Menginspirasi


Lahir di Pekalongan, 5 April 1972, Mafruhatun menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya.

Ibu dua anak tersebut mengawali kiprahnya sebagai guru CPNS pada 1 Maret 1994 di MSI 02 Kauman, Kota Pekalongan.

Kariernya berlanjut ke Kota Semarang mengikuti domisili suami. Di sana, ia konsisten mengajar di MI Raudlatul Athfal Pucung Ngaliyan dan MI Miftahul Akhlaqiyah Tambakaji Ngaliyan.

Kemampuannya memimpin teruji saat ia dipercaya menjadi Kepala MI Miftahul Akhlaqiyah selama lima tahun, periode 2005-2010.

Sejak 2010 hingga kini, Mafruhatun menapaki peran sebagai Pengawas Madrasah. Selama 16 tahun terakhir, ia telah menjadi "tangan kanan" pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan di berbagai satuan pendidikan.

Fondasi Akademik dan Dedikasi


Dunia akademis selalu menjadi pondasi penting bagi Mafruhatun. Ia menamatkan D2 di IAIN Walisongo Salatiga, lalu meraih gelar sarjana (S1) di SETIA WS Kota Semarang.

Tak puas di sana, sembari menjalankan tugas kepengawasan, ia menyisihkan waktu untik terus mengasah kompetensinya dengan menuntaskan pendidikan S2 di Unwahas Kota Semarang.

Bagi Mafruhatun, pencapaian ini adalah buah dari doa orang tua. Ia mengakui, keputusannya menjadi pendidik berawal dari harapan sang ibu dan ayah.

"Dulu saya terjun di dunia pendidikan karena harapan orang tua agar putrinya bisa menjadi tenaga pendidik dan menekuni bidang ini," kenang Mafruhatun.

Ia menambahkan, keberhasilan yang ia raih saat ini bukanlah karena kecerdasannya semata, melainkan berkat doa restu orang tua yang selalu menyertainya.

"Saya sangat bersyukur bisa melaksanakan harapan orang tua untuk raih sukses. Alhamdulillah, Allah SWT mudahkan semuanya, baik dalam hal pekerjaan maupun karier. Harapan orang tua saya agar anak-anaknya sukses dan bahagia dunia akhirat," ungkapnya penuh syukur.

Menjawab Tantangan Transformasi Digital


Sebagai Pengawas Sekolah Ahli Utama, tugas Mafruhatun kini semakin krusial. Ia tidak hanya dituntut mengawasi administrasi, tetapi menjadi arsitek mutu pendidikan dan mentor bagi guru serta kepala madrasah.

Dalampelantikan, Sekjen Kemenag, Kamaruddin Amin, menekankan bahwa posisi Ahli Utama merupakan jenjang tertinggi.

Mafruhatun seharusnya mampu menghadirkan inovasi kebijakan berbasis pengalaman lapangan serta menjadi agen transformasi digital.

Peran ini mencakup digitalisasi tata kelola madrasah hingga memastikan identitas karakter pendidikan Islam tetap terjaga di tengah gempuran teknologi.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top