Dekan FTIK UINSA Surabaya, Prof. Muhammad Thohir (kanan) menyerahkan sertifikat kelulusan doktor kepada Siti Khoiriyah. Foto ist.
Bojonegoro. EDUKASIA.ID – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, Siti Khoiriyah, meraih gelar doktor pada usia 30 tahun. Gelar tersebut diperolehnya setelah menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Doktor PAI UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Senin 15 Juni 2026.
Dalam sidang yang berlangsung di Gedung Auditorium UINSA, perempuan yang akrab disapa Riya itu mempresentasikan hasil riset berupa aplikasi digital SMARTPAI. Platform tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran PAI berdiferensiasi di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Riya menjelaskan, SMARTPAI lahir dari persoalan yang kerap dihadapi guru PAI di kelas. Menurutnya, setiap siswa memiliki kemampuan, kecepatan belajar, dan gaya berpikir yang berbeda, sementara materi dan waktu pembelajaran sering kali diseragamkan.
“Melalui aplikasi ini, guru dapat menyesuaikan konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai profil masing-masing peserta didik. Bukan sekadar teori diferensiasi yang berhenti di buku teks, melainkan sebuah alat yang benar-benar bisa dioperasikan di ruang kelas,” ujarnya.
Dosen yang juga menjabat Kepala Bidang RPL, MBKM, dan Ormawa UNUGIRI itu menuturkan, disertasinya berjudul Pengembangan Model Pembelajaran PAI Berdiferensiasi Berbasis TPACK dan Implementasinya Melalui Aplikasi SMARTPAI di Sekolah.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan berpijak pada kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Kerangka ini menekankan pentingnya penguasaan materi keagamaan, kemampuan pedagogis, dan literasi teknologi secara terpadu.
“Tiga kemampuan yang harus dikuasai guru adalah materi keagamaan, kecakapan pedagogis, dan literasi teknologi,” terangnya.
Riya mengatakan, SMARTPAI disiapkan untuk dapat dimanfaatkan guru-guru PAI di berbagai daerah. Ia berharap aplikasi tersebut menjadi salah satu solusi atas tantangan pembelajaran agama Islam di era digital.
Atas capaian tersebut, Rektor UNUGIRI M. Jauharul Ma’arif menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, keberhasilan Siti Khoiriyah menunjukkan bahwa dosen muda tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus berinovasi melalui penelitian yang berdampak.
“Pencapaian ini bukan hanya milik pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh civitas akademika UNUGIRI,” katanya.
Sidang promosi doktor berlangsung sekitar dua jam di bawah pimpinan Dekan FTIK UINSA, Prof. Muhammad Thohir, selaku ketua penguji. Hadir pula Prof. Kusaeri sebagai sekretaris penguji, promotor Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah dan Dr. Taufik, serta sejumlah penguji internal dan eksternal.
Dalam sidang tersebut, Siti Khoiriyah memaparkan hasil penelitiannya sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait validitas instrumen, metodologi penelitian, hingga keberlanjutan pengembangan aplikasi SMARTPAI.
.png)




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.