
Pengasuh Ponpes Al Manshur K.H. Ahmad Mansur bersama dua santriwati penulis buku perdana saat launching karya dalam Haflah Akhirussanah. Foto ist.
Bojonegoro, EDUKASIA.ID – Dua santriwati Pondok Pesantren Al Manshur Bulu, Kecamatan Balen, Bojonegoro, meluncurkan buku perdana mereka dalam acara Haflah Akhirussanah dan Purna Siswa yang digelar di aula pondok, Rabu 17 Juni 2026.
Kedua santriwati tersebut adalah Rifta Nur Aini dengan buku cerpen Pintu Selatan Malioboro dan Fyna Walidatu Dinar dengan buku Bekas Luka yang Tak Kunjung Mengering. Peluncuran buku menjadi salah satu momen istimewa dalam kegiatan yang dihadiri pengasuh pondok, guru, wali murid, dan para santri.
Pengasuh Ponpes Al Manshur, K.H. Ahmad Mansur, menyampaikan kebanggaannya atas capaian dua santriwati yang berhasil menerbitkan karya sebelum menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Dua santriwati ini konsisten belajar memperkaya kosakata dengan rajin membaca dan melatih kemampuan menulis,” ujarnya.
Pemberi tausiah, M. Bagus Ibrahim selaku owner Penerbit Mitra Karya, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat kedua santriwati dalam menyelesaikan karya di tengah padatnya aktivitas pesantren dan sekolah.
“Ini adalah buku perdana mereka, saya sangat apresiasi kedua santriwati ini,” katanya.
Fyna Walidatu Dinar mengaku lega dan bangga karena cerita yang selama ini hanya tersimpan dalam catatan akhirnya terbit menjadi buku.
“Bangga sekali, karena berani bilang ini aku, ini ceritaku,” tuturnya.
Sementara itu, Rifta Nur Aini menyebut terbitnya buku menjadi pengalaman yang membahagiakan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Bahagia, bangga, dan bersyukur adalah perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.
Selain K.H. Ahmad Mansur dan M. Bagus Ibrahim, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala MA Miftahul Ulum Ndofa Handoni serta perwakilan wali murid kelas XII.
Pengasuh Ponpes Al Manshur, K.H. Ahmad Mansur, menyampaikan kebanggaannya atas capaian dua santriwati yang berhasil menerbitkan karya sebelum menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Dua santriwati ini konsisten belajar memperkaya kosakata dengan rajin membaca dan melatih kemampuan menulis,” ujarnya.
Pemberi tausiah, M. Bagus Ibrahim selaku owner Penerbit Mitra Karya, menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat kedua santriwati dalam menyelesaikan karya di tengah padatnya aktivitas pesantren dan sekolah.
“Ini adalah buku perdana mereka, saya sangat apresiasi kedua santriwati ini,” katanya.
Fyna Walidatu Dinar mengaku lega dan bangga karena cerita yang selama ini hanya tersimpan dalam catatan akhirnya terbit menjadi buku.
“Bangga sekali, karena berani bilang ini aku, ini ceritaku,” tuturnya.
Sementara itu, Rifta Nur Aini menyebut terbitnya buku menjadi pengalaman yang membahagiakan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Bahagia, bangga, dan bersyukur adalah perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.
Selain K.H. Ahmad Mansur dan M. Bagus Ibrahim, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala MA Miftahul Ulum Ndofa Handoni serta perwakilan wali murid kelas XII.
.png)



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.