Sempat Bimbang ke Korea atau Mengajar di UI, Baedowi Raih Gelar Doktor Cumlaude

Redaksi
0

Ahmad Baedowi usai menjalani sidang promosi doktor Program Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Kamis 11 Juni 2026. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, bekerja di Korea Selatan menjadi impian banyak anak muda. Penghasilan yang relatif tinggi membuat profesi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipandang sebagai jalan cepat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Tak sedikit kisah sukses yang lahir dari para perantau yang bekerja di negeri ginseng. Rumah-rumah yang semakin baik dan meningkatnya taraf hidup keluarga para PMI menjadi pemandangan yang mudah ditemui.

Ahmad Baedowi tumbuh di tengah lingkungan seperti itu. Putra pasangan buruh tani asal Cirebon tersebut bahkan pernah berada pada persimpangan jalan yang sama.

Ia sempat mempertimbangkan untuk mengikuti jejak banyak pemuda yang bekerja di Korea Selatan. Di sisi lain, ia juga memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan dan meniti karier di dunia akademik.

"Di daerah saya, bekerja ke Korea itu bukan sesuatu yang asing. Banyak teman dan saudara yang memilih jalur itu karena memang menjanjikan secara ekonomi. Saya juga sempat mempertimbangkan pilihan tersebut," ungkap Baedowi.

Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan, ia memutuskan melanjutkan pendidikan. Baginya, pendidikan menawarkan manfaat yang lebih panjang daripada sekadar hasil yang bisa dirasakan dalam waktu singkat.

"Saya akhirnya memilih melanjutkan pendidikan. Bagi saya, pendidikan bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi juga proses membangun diri dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Anak Buruh Tani Memilih Jalan Pendidikan


Keputusan tersebut bukan tanpa tantangan. Baedowi lahir dari keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai buruh tani.

Kondisi ekonomi keluarga membuat perjalanan pendidikannya tidak selalu berjalan mulus. Ia harus berjuang sejak awal untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selepas lulus dari MAN Buntet Pesantren Cirebon, Baedowi bahkan sempat menunda kuliah selama satu tahun. Waktu tersebut digunakannya untuk mempersiapkan biaya pendidikan.

Setelah memiliki bekal yang cukup, ia melanjutkan studi S1 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Di kampus inilah perjalanan akademik dan organisasinya semakin berkembang.

Selama menjadi mahasiswa, Baedowi aktif dalam berbagai organisasi. Di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Nahdlatul Ulama (NU).

Melalui organisasi tersebut, ia belajar tentang kepemimpinan, pengabdian, dan pentingnya menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman itu turut membentuk cara pandangnya terhadap pendidikan.

Perjalanan hidupnya mulai menemukan arah baru saat menghadiri Haul Pondok Pesantren Gedongan, Cirebon. Dalam kesempatan itu, KH Said Aqil Siradj menyampaikan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan bagi generasi muda Indonesia.

Ceramah tersebut membekas kuat dalam ingatannya. Sejak saat itu, Universitas Indonesia menjadi kampus impiannya.

Mimpi tersebut mungkin terdengar tinggi bagi seorang anak buruh tani. Namun Baedowi memilih untuk memperjuangkannya.

Berangakat dari LPDP, Jadi Dosen UI


Kesempatan itu datang ketika ia mengikuti seleksi Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hasilnya, ia dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia.

Pendidikan di Universitas Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Dari sana, ia semakin mantap menekuni dunia akademik.

Setelah menyelesaikan studi, Baedowi mengikuti seleksi dosen. Ia kemudian diterima sebagai dosen Pendidikan Agama Islam pada Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) Universitas Indonesia.

Menjadi dosen di Universitas Indonesia tentu menjadi capaian yang membanggakan. Namun, bagi Baedowi, capaian tersebut bukanlah akhir perjalanan.

Keinginannya untuk terus belajar tidak pernah surut. Ia kemudian memperoleh Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), jalinan kerjasama Kementerian Agama (Kemenag) dan LPDP untuk melanjutkan studi doktoral di Program Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

Perjalanan doktoralnya berlangsung di tengah berbagai tanggung jawab. Selain mengajar, ia harus menyelesaikan penelitian, pengabdian masyarakat, dan berbagai aktivitas akademik lainnya.

Tanatangan semakin besar karena ia dan istrinya sama-sama berprofesi sebagai dosen. Namun, keduanya mengajar di kota yang berbeda.

Baedowi mengajar di Universitas Indonesia. Sementara sang istri mengabdi sebagai dosen di UPN Veteran Jawa Timur Surabaya.

Kondisi tersebut membuat keduanya harus menjalani hubungan jarak jauh selama sebagian masa studi doktoral berlangsung. Situasi itu menuntut kemampuan membagi waktu dan menjaga komitmen keluarga.

"Ada masa-masa ketika saya harus membagi fokus antara tugas mengajar, penelitian, keluarga, dan penyelesaian disertasi. Kami juga menjalani hubungan jarak jauh karena istri mengajar di Surabaya. Alhamdulillah, semua bisa dilalui berkat dukungan keluarga dan doa orang tua," ujarnya.

Kerja keras tersebut akhirnya mencapai puncaknya pada Kamis, 11 Juni 2026. Hari itu Baedowi menjalani sidang promosi doktor di Pascasarjana UIN Walisongo Semarang.

Dalam sidang tersebut, ia mempertahankan disertasi berjudul "Kebijakan Pengelolaan Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) untuk Membangun Paham Keagamaan Inklusif."

Setelah proses sidang selesai, Ketua Sidang sekaligus Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., membacakan hasil yudisium.

"Saya sampaikan yudisium pada hari ini, dengan hasil yudisium yang bersangkutan dinyatakan lulus program doktor, predikat kelulusan istimewa, cumlaude," ujar Musahadi.

Meneliti PAI Inklusif di Perguruan Tinggi


Dalam disertasinya, Baedowi mengkaji pengelolaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Penelitian tersebut berangkat dari sejumlah persoalan yang masih ditemukan dalam penyelenggaraan PAI. Di antaranya ketidaksesuaian pengelolaan dengan regulasi pemerintah, materi ajar yang belum sepenuhnya mengikuti standar kementerian, serta kualifikasi dosen yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.

Melalui penelitian lapangan dengan pendekatan General Education, ia menawarkan penguatan standar pengelolaan PAI. Salah satunya melalui integrasi materi pendidikan agama dengan mata kuliah lain.

Ia juga menawarkan pengembangan kurikulum yang menanamkan nilai-nilai keagamaan inklusif. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menjawab kebutuhan mahasiswa di perguruan tinggi umum.

Salah satu hasil utama penelitiannya adalah rumusan strategi Governance of Pendidikan Agama Islam (GOPAI). Model tersebut menekankan pentingnya pengaturan struktur otoritas, regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Selain itu, Baedowi merekomendasikan penyediaan materi ajar yang inklusif, moderat, dan toleran. Ia juga mendorong peningkatan kompetensi dosen yang berwawasan kebangsaan.

Rekomendasi lainnya meliputi penyediaan buku ajar yang relevan serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap semester. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi.

"Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi penguatan Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi, terutama dalam membangun pemahaman keagamaan yang inklusif, moderat, dan relevan dengan tantangan zaman," tutur Baedowi.

Perjalanan Ahmad Baedowi menunjukkan bahwa setiap orang memiliki jalan sukses yang berbeda. Ketika banyak pemuda di lingkungannya memilih merantau ke Korea Selatan, ia memilih menempuh jalan pendidikan.

Pilihan tersebut membawanya dari keluarga buruh tani di Cirebon menjadi dosen Universitas Indonesia. Kini, ia juga resmi menyandang gelar Doktor Studi Islam dengan predikat cumlaude dari UIN Walisongo Semarang.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top