Terasi dan Disertasi: Doktor Rahmah Kembali ke Jemuran Terasi Ibunya

Redaksi
0
Mamluatur Rahmah (berdiri, kiri) kembali membantu penjemuran terasi di Desa Bonang, Rembang, seusai meraih gelar doktor. Foto: Ist.

Rembang. EDUKASIA.ID - Cuaca terik menyengat kawasan pesisir Desa Bonang, Kabupaten Rembang, Sabtu 20 Juni 2026. Di tengah suasana itu, Mamluatur Rahmah terlihat sedang membantu aktivitas pembuatan dan penjemuran terasi.

Perempuan yang baru saja resmi menyandang gelar doktor dari UIN Walisongo Semarang itu tampak luwes berbaur dengan para pekerja. Ia tidak canggung saat harus membantu ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh terasi.

Aroma terasi yang menyengat sudah sangat akrab bagi Rahmah. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan pesisir Desa Bonang, Kecamatan Lasem. Di sela waktu libur sekolah, membantu ibu adalah rutinitas yang ia jalani setiap hari.

Dari tempat sederhana itulah, Rahmah mengaku belajar banyak hal mengenai ketekunan dan kesabaran.

“Aroma terasi bagi saya sudah jadi hal biasa. Memang sejak kecil saya sudah merasakannya,” ujar Rahmah saat ditemui di lokasi.

Rahmah mengakui, keterbatasan ekonomi keluarganya sempat menjadi tantangan. Namun, ia tidak menjadikannya penghalang untuk menempuh pendidikan tinggi.

Ia menyelesaikan jenjang studinya satu per satu dengan penuh kesungguhan, hingga akhirnya mampu menuntaskan pendidikan doktoralnya.

Keberhasilan meraih gelar doktor tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga. Meski begitu, Rahmah tidak lantas mengubah gaya hidupnya.

Usai menjalani ujian promosi doktor dan kembali ke kampung halaman, ia langsung menyempatkan diri datang ke tempat ibunya bekerja untuk membantu seperti sediakala.

Bagi Rahmah, pendidikan tinggi tidak seharusnya membuat seseorang menjadi asing dengan latar belakangnya. Gelar doktor yang kini ia miliki justru menjadi pengingat atas perjuangan ibunya selama bertahun-tahun bekerja di bawah terik matahari.

“Saya tentu ingat dari mana sumber penghasilan ibu. Itu mengalir dalam darah saya, jadi sudah semestinya saya tetap membantu,” ucapnya.

Rahmah menegaskan, baginya keberhasilan tidak menghapus kenangan masa lalu. Saat berada di samping ibunya, ia tetaplah anak yang dahulu setia menemani bekerja dan mendengarkan nasihat orang tuanya.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top