Kemenag Ganti Matsama Jadi Matamuda, Perundungan dan Perpeloncoan Dilarang

Arifah
0

Kementerian Agama, Nasaruddin Umar. Foto Kemenag.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengganti nama Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) mulai Tahun Pelajaran 2026/2027.

Bersamaan dengan itu, Kemenag juga menerbitkan panduan baru yang menegaskan pelaksanaan Matamuda harus bebas dari perundungan, perpeloncoan, hingga segala bentuk kekerasan.

Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nyayu Khodijah saat membuka Sosialisasi Petunjuk Teknis Matamuda Tahun Pelajaran 2026/2027 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pendis Channel, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut Nyayu, pergantian nama tersebut bukan sekadar perubahan istilah. Lebih dari itu, Matamuda menjadi bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang menempatkan murid sebagai subjek utama sekaligus memperkuat program Madrasah Ramah Anak.

"Perubahan ini bukan hanya berbeda dari sisi nama atau singkatan, tetapi ada hal yang lebih esensial yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah penekanan yang lebih kuat pada program Madrasah Ramah Anak," kata Nyayu.

Ia menilai pelaksanaan Matamuda harus menjadi momentum untuk membangun budaya madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan di tengah masih maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

"Momentum pelaksanaan Matamuda harus dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk membekali murid dengan pemahaman yang baik dalam menciptakan suasana madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ujarnya.

Nyayu juga mengingatkan bahwa menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala madrasah dan guru, tetapi juga seluruh warga madrasah, termasuk para murid.

Selain itu, ia meminta pelaksanaan Matamuda tidak hanya mengandalkan metode ceramah. Menurutnya, kegiatan perlu dikemas lebih kreatif melalui permainan edukatif, praktik, dan aktivitas pengembangan bakat agar murid baru memperoleh pengalaman belajar yang berkesan.

Sementara itu, Kasubdit Kesiswaan KSKK Madrasah Sholla Taufiq menjelaskan Matamuda dirancang sebagai pengalaman awal murid mengenal kehidupan di madrasah, mulai dari lingkungan, guru, teman, hingga budaya yang diterapkan.

"Matamuda bukan sekadar orientasi pengenalan lingkungan, tetapi menjadi sarana membantu murid beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal guru, teman, budaya, dan nilai-nilai yang hidup di madrasah," ujarnya.

Sholla mengatakan Matamuda memiliki lima tujuan utama, yakni membantu murid beradaptasi dengan lingkungan madrasah, menumbuhkan rasa bangga terhadap madrasah, mewujudkan lingkungan yang aman dan menyenangkan, mengenalkan kurikulum serta budaya positif, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep ekoteologi.

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan harus mengedepankan prinsip edukatif, interaktif, ramah anak, inklusif, menyenangkan, dan berkelanjutan.

Kemenag juga menegaskan sejumlah larangan selama pelaksanaan Matamuda. Kegiatan tersebut tidak boleh diwarnai perundungan, perpeloncoan, kekerasan fisik maupun psikis, pelecehan seksual, maupun aktivitas yang membahayakan atau merendahkan martabat murid.

"Matamuda harus bebas dari segala bentuk kekerasan. Keberhasilannya bukan hanya tanggung jawab kepala madrasah dan panitia, tetapi juga seluruh warga madrasah, orang tua, dan masyarakat," kata Sholla.

Pelaksanaan Matamuda berlangsung maksimal lima hari pada awal tahun pelajaran baru dan pada prinsipnya dilaksanakan di lingkungan madrasah. Jika digelar di luar madrasah, penyelenggara wajib memperoleh izin tertulis dari Kantor Kementerian Agama sesuai kewenangannya.

Sebagai acuan pelaksanaan di seluruh Indonesia, Kementerian Agama menerbitkan Panduan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) 2026/2027 beserta Petunjuk Teknis Pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) 2026/2027. 

Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi madrasah dalam menyelenggarakan masa ta'aruf yang lebih edukatif, inklusif, serta mendukung lahirnya generasi murid yang beriman, berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top