Mahasiswa UTU Akan Bangun Infrastruktur Dasar bagi Penyintas di Gayo Lues

Redaksi
0
Mahasiswa Universitas Teuku Umar akan menjalankan Kemah Pengabdian Mahasiswa 2026 dengan membangun air bersih, MCK, jalan, dan Sekolah Kesiapsiagaan Bencana di Gayo Lues. Foto UTU

Meulaboh. EDUKASIA.ID - Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) akan membangun akses air bersih, jalan menuju hunian sementara (huntara), fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga Sekolah Kesiapsiagaan Bencana bagi warga di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Program tersebut dijalankan melalui Kemah Pengabdian Mahasiswa (KPM) 2026 yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan (UKM PK) bersama sejumlah organisasi mahasiswa (Ormawa).

Kegiatan difokuskan di Huntara Desa Pepelah dan Desa Ekan sebagai tindak lanjut kerja sama antara UTU dan Yayasan Hutan Alam Konservasi Aceh (HAKA).

Pelepasan peserta KPM berlangsung di depan Gedung Rektorat UTU, Senin 6 Juli 2026. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., mewakili Rektor UTU, melepas langsung para mahasiswa yang akan mengikuti program pengabdian tersebut.

Dalam sambutannya, Ibrahim mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara organisasi kemahasiswaan dengan mitra di luar kampus.

"Kami berbangga telah terjalin kerjasama tingkat Ormawa UTU dengan lembaga Mitra. Kerjasama ini saling menguntungkan kedua belah pihak, kita UTU akan meningkatkan nilai Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi lebih baik serta meninggalkan jejak memorial keberadaan UTU di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga sikap selama berada di lokasi pengabdian.

"Kami menitip pesan untuk anak-anak jaga etika, jaga emosi, jaga kerukunan. Bangun kepedulian, kedisiplinan dan kesantunan yang menjadi nilai tambah setiap individu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim sekaligus Pembina UKM PK UTU, Irsadi Aristora, S.Hut., M.H., menjelaskan program KPM diawali dengan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat di lokasi sasaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai unsur masyarakat serta diperkuat melalui wawancara dengan Camat Pining, tim awalnya mengidentifikasi tujuh persoalan infrastruktur yang dihadapi warga. Setelah melalui pembahasan bersama Yayasan HAKA, disepakati lima program prioritas yang akan dilaksanakan selama kemah pengabdian.

Kelima program tersebut meliputi pembangunan gedung serbaguna dua lantai, pemasangan instalasi air bersih bagi 38 kepala keluarga di Huntara Desa Pepelah, pembentukan Sekolah Kesiapsiagaan Bencana, pembangunan jalan menuju Huntara Pepelah, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Desa Ekan.

Seluruh program dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa sekaligus kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat penyintas.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top