Kenapa Tugas yang Belum Selesai Terus Kepikiran? Ini Penjelasan Zeigarnik Effect

Redaksi
0
ILUSTRASI.Tugas yang belum selesai sering mengganggu pikiran, Psikologi menyebutnya Zeigarnik Effect. Freepik.

EDUKASIA.ID – Pernah merasa pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai justru terus terbayang di kepala? Atau saat sedang bersantai, tiba-tiba teringat tugas sekolah yang belum dikerjakan hingga membuat pikiran terasa tidak tenang?

Fenomena tersebut ternyata bukan sekadar kebiasaan overthinking. Dalam dunia psikologi, kondisi itu dikenal sebagai Zeigarnik Effect, yaitu kecenderungan otak untuk lebih mudah mengingat tugas yang belum selesai dibandingkan tugas yang sudah dituntaskan.

Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana memanfaatkannya agar belajar lebih efektif? Berikut ulasannya yang dirangkum dari Aioprivat.com.

Mengapa Tugas yang Belum Selesai Terus Terbayang?


Konsep Zeigarnik Effect pertama kali dikenalkan oleh psikolog Bluma Zeigarnik. Ia menemukan bahwa pelayan restoran lebih mudah mengingat pesanan pelanggan yang belum dibayar dibandingkan pesanan yang sudah selesai.

Penjelasannya sederhana. Ketika seseorang mulai mengerjakan suatu tugas, otak akan menganggap pekerjaan tersebut sebagai "urusan yang belum selesai". Selama tugas itu belum dituntaskan, otak terus menyimpannya dalam memori aktif sehingga lebih mudah muncul kembali dalam pikiran.

Sebaliknya, setelah tugas selesai, otak akan menganggap pekerjaan tersebut telah berakhir sehingga tidak lagi membutuhkan perhatian khusus.

Tidak heran jika soal matematika yang belum terjawab, materi yang belum dipahami, atau tugas sekolah yang belum dikumpulkan sering kali terus teringat, bahkan ketika sedang melakukan aktivitas lain.

Ibarat Tali Sepatu yang Belum Diikat


Agar lebih mudah dipahami, bayangkan berjalan menggunakan sepatu yang talinya belum diikat.

Selama tali itu belum diikat, kita akan terus merasa ada yang mengganggu. Langkah menjadi kurang nyaman dan perhatian sesekali kembali pada tali sepatu tersebut.

Begitu tali sudah terikat rapi, rasa tidak nyaman itu langsung hilang.

Begitu pula cara kerja otak terhadap tugas yang belum selesai. Selama masih ada "urusan terbuka", otak akan terus mengingatkannya agar segera diselesaikan.

Mengapa Efek Ini Baik untuk Belajar?


Banyak orang menganggap rasa tidak tenang akibat tugas yang belum selesai sebagai sesuatu yang negatif. Padahal, dalam kadar yang wajar, kondisi tersebut justru dapat menjadi pendorong untuk terus belajar.

Saat seseorang mulai mengerjakan materi pelajaran, otak secara alami akan terdorong untuk melanjutkan hingga selesai. Inilah alasan mengapa langkah pertama sering kali menjadi bagian yang paling sulit, sedangkan setelah mulai belajar, proses berikutnya terasa lebih ringan.

Karena itu, penyebab menunda belajar sering kali bukan karena malas, melainkan karena tugas terasa terlalu besar atau tidak tahu harus memulai dari mana.

Cara Memanfaatkan Zeigarnik Effect


Efek ini dapat dimanfaatkan menjadi kebiasaan belajar yang lebih efektif melalui beberapa langkah sederhana.

Pertama, mulailah dari tugas yang kecil. Tidak perlu langsung menargetkan belajar dua jam. Cukup membaca satu halaman, mengerjakan satu soal, atau belajar selama 10 hingga 15 menit. Langkah kecil tersebut sudah cukup untuk "mengaktifkan" perhatian otak.

Kedua, pecah tugas besar menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana. Misalnya, jangan langsung menargetkan menyelesaikan satu bab penuh. Bagi menjadi membaca materi, memahami konsep, mengerjakan latihan, lalu membuat rangkuman.

Ketiga, gunakan teknik belajar berbasis waktu, seperti metode Pomodoro. Belajar selama 25 menit kemudian beristirahat lima menit dapat membantu menjaga fokus tanpa membuat otak cepat lelah.

Keempat, fokuslah pada progres, bukan kesempurnaan. Tidak semua materi harus langsung dipahami dalam sekali belajar. Yang terpenting adalah terus bergerak dan menyelesaikan sedikit demi sedikit.
Jangan Biarkan Terlalu Banyak Tugas Terbuka

Meski bermanfaat, Zeigarnik Effect juga memiliki sisi lain. Jika terlalu banyak tugas yang dibiarkan menggantung, otak justru akan dipenuhi berbagai "urusan terbuka".

Akibatnya, seseorang bisa merasa sulit beristirahat, mudah cemas, bahkan mengalami overthinking karena terlalu banyak hal yang terus muncul dalam pikiran.

Untuk mengatasinya, biasakan membuat daftar tugas, menentukan prioritas, dan menyelesaikannya satu per satu. Cara sederhana ini membantu otak merasa lebih teratur sehingga beban mental pun berkurang.
Kuncinya adalah Berani Memulai

Banyak siswa menunggu semangat datang sebelum mulai belajar. Padahal, dalam banyak kasus, motivasi justru muncul setelah seseorang mengambil langkah pertama.

Karena itu, jangan menunggu waktu yang dianggap sempurna. Mulailah dari hal kecil, lalu biarkan otak bekerja mendorong proses belajar hingga selesai.

Semakin sering kebiasaan ini dilakukan, semakin mudah pula membangun konsistensi belajar dalam jangka panjang.

Bagi sebagian siswa, memulai belajar memang tidak selalu mudah, terlebih ketika materi terasa sulit dipahami. Pendampingan dari tutor dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga konsistensi sekaligus memberikan penjelasan yang lebih terarah.

Bagi orang tua di Kota Semarang yang membutuhkan pendampingan belajar secara personal, AIO Privat menyediakan layanan les privat datang ke rumah dengan tutor yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa.

Informasi lengkap mengenai program dan layanan dapat dilihat di Aioprivat.com. Untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan belajar, silakan menghubungi WhatsApp 0816853042. Tim AIO Privat siap membantu merekomendasikan tutor yang sesuai bagi putra-putri Anda di wilayah Kota Semarang

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top