MATAMUDA Berbeda, Siswa MI Nurul Islam 2 Bojonegoro Ziarah ke Makam Pendiri Madrasah

Redaksi
0
Murid baru MI Nurul Islam 2 Margomulyo Bojonegoro mengawali MATAMUDA dengan ziarah ke makam pendiri madrasah, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para ulama. Foto ist 

Bojonegoro, EDUKASIA.ID – Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MI Nurul Islam 2 Margomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung berbeda. Pada kegiatan pengenalan madrasah tahun ini, para murid baru diajak berziarah ke makam para muassis, salah satu pendiri madrasah, KH Umar Basyir, yang berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks madrasah, Jumat 17 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sejarah berdirinya madrasah sekaligus menanamkan penghargaan kepada para pendahulu yang telah berjuang membangun pendidikan Islam di Desa Margomulyo.

Kepala MI Nurul Islam 2 Margomulyo, Moch. Dulwaras, S.Pd.I., menjelaskan tradisi tersebut sengaja dipertahankan agar peserta didik baru memahami bahwa madrasah yang mereka tempati lahir melalui perjuangan panjang para ulama, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Ia menjelaskan, MI Nurul Islam merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Balen. Pada masanya, madrasah ini menjadi yang memiliki jumlah siswa terbanyak.

Dalam perkembangannya kemudian lahir MI Nurul Islam 2, sedangkan MI Nurul Islam tetap menjadi madrasah induk. Menurutnya, KH Umar Basyir bersama Haji Sholihin, Kiai Mujahidin, dan sejumlah tokoh masyarakat menjadi penggerak utama berdirinya madrasah tersebut.

Dulwaras mengatakan, hingga kini kepercayaan masyarakat terhadap MI Nurul Islam 2 masih terjaga.

"Alhamdulillah, jumlah murid kami tetap bertahan. Saat ini ada 104 siswa. Semoga ke depan terus bertambah. Semua ini berkat perjuangan para pendahulu kami," kata Dulwaras.




Ia mengingatkan bahwa sejarah berdirinya madrasah tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus.

"Sejarah tetaplah sejarah. Itu harus menjadi sesuatu yang terus kita perjuangkan dan kita kembangkan," ujarnya.

Menurut Dulwaras, sosok KH Umar Basyir menjadi teladan karena tetap mengabdikan dirinya untuk kemajuan MI Nurul Islam hingga akhir hayat.

"Beliau, KH Umar Basyir, sampai wafat masih terus memperjuangkan MI Nurul Islam. Beliau meneruskan cita-cita para pendahulu, yang saat itu didukung para aghniya, para kiai, ulama, dan pemerintah desa dalam mewujudkan berdirinya MI Nurul Islam," tuturnya.

Untuk diketahui, MI Nurul Islam belum memiliki gedung sendiri sehingga kegiatan belajar mengajar masih menumpang di rumah-rumah warga.

Selain itu, sebelum adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS), para pendiri setiap bulan berkeliling dari rumah ke rumah menemui para donatur di berbagai wilayah Bojonegoro untuk menggalang dana demi mempertahankan keberlangsungan madrasah.

Melalui kegiatan ziarah dalam rangka MATAMUDA ini, pihak madrasah berharap peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mewarisi semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para pendiri dalam memajukan pendidikan Islam di Desa Margomulyo.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top