Rektor UIN Walisongo Dorong FST PTKIN Berorientasi Internasional

Redaksi
0

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) PTKIN 2026 di Hotel Novotel Semarang, Kamis 16 juli 2026. Foto ist.

Semarang, EDUKASIA.ID – Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. mendorong Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memperkuat daya saing di tingkat global, pengembangan keilmuan FST tidak lagi cukup berorientasi nasional, tetapi harus mengarah ke level internasional.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FORDEK FST) PTKIN 2026 di Hotel Novotel Semarang, Kamis 16 Juli 2026.

Musahadi mengatakan Fakultas Sains dan Teknologi perlu terus melakukan terobosan agar mampu menjadi fakultas rujukan.

"FST perlu mempercepat larinya agar benar-benar menjadi fakultas rujukan, di tengah banyaknya fakultas-fakultas yang beririsan dengan FST di Perguruan Tinggi Umum," ungkapnya.

Menurutnya, FST di lingkungan UIN memiliki keunggulan yang menjadi pembeda dibanding fakultas serupa di perguruan tinggi umum.

"Meskipun FST di UIN itu memiliki keungulan distingsi, yaitu integrasi sains dan Islam," imbuh Musahadi.

Penguatan FST, lanjutnya, juga harus dibarengi dengan peningkatan kolaborasi, baik di dalam maupun luar negeri.

"Saat ini yang harus ada dalam pikiran pimpinan FST PTKIN se Indonesia ini adalah internasionalisasi, bukan lagi nasional," tegasnya.

Menurut dia, rancang bangun keilmuan FST harus mulai diarahkan dengan perspektif global.

"Jadi kita harus melihat bagaimana rancang bangun keilmuan FST ya harus melihat bagaimana di dunia internasional," tukasnya.

Sementara itu, Dekan FST UIN Walisongo Prof. H. Fatah Syukur, M.Ag., mengatakan even yang berlangsung 16–19 Juli 2026 itu menjadi momentum penting bagi para pimpinan FST PTKIN untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi sains dan teknologi.

"Kita punya tantangan bersama agar pendidikan tinggi sains dan teknologi di lingkungan PTKIN yang mengusung integrasi ilmu itu semakin relevan," tegas Fatah Syukur.

Menurutnya, pengembangan tersebut tidak boleh berhenti pada tataran filosofis dan konseptual semata.

"Tidak hanya mengawang-ngawang pada tataran filosofis dan konseptual, melainkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman sebagai ruhnya," imbunnya.

Karena itu, FORDEK FST 2026 mengangkat tiga isu utama sebagai arah transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN.

"Itulah kenapa tema FORDEK FST 2026 ini juga mengangkat tiga isu utama, yakni Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam," sambung Fatah Syukur.

Dirinya berharap tema tersebut menjadi energi baru bagi seluruh FST PTKIN dalam mengembangkan integrasi ilmu.

"Tema ini memberikan energi bagi keluarga besar FST PTKIN se-Indonesia untuk terus menjadi lokomotif pengembangan ilmu yang integratif antara sains-Islam," ujarnya.

Ia menegaskan FST merupakan ujung tombak integrasi ilmu di lingkungan PTKIN.

"Karena corong integrasi ilmu di PTKIN ini sesungguhnya adalah di FST, karena di FST ini rumahnya prodi-prodi sains dan teknologi."

Ketua FORDEK FST PTKIN Dr. Muhammad Isnaeni mengatakan FORDEK bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum strategis bagi pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi.

"FORDEK bukan hanya agenda tahunan, tetapi merupakan forum strategis untuk pengembangan FST," tegasnya.

Menurut Isnaeni, transformasi yang dibutuhkan tidak berhenti pada aspek administrasi.

"Transformasi yang kita inginkan tentu bukan hanya transformasi administrasi, melainkan juga pada tata kelola good university governance, dan hilirisasi ilmu pengetahuan," tukasnya.

Ia menambahkan, pimpinan fakultas memiliki tanggung jawab untuk mendorong pengembangan ilmu sekaligus memperluas hilirisasi hasil riset.

"Tugas kita sebagai pimpinan fakultas untuk terus mendorong pengembangan ilmu dan sekaligus membuka ruang hilirisasi."

FORDEK FST PTKIN 2026 mengusung tema "Transformasi Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN melalui Good University Governance, Hilirisasi Riset, dan Integrasi Sains-Islam" tersebut 186 pimpinan fakultas, program studi, serta kepala laboratorium terpadu sains dan teknologi dari PTKIN se-Indonesia.

Melalui forum tersebut, para pimpinan FST PTKIN diharapkan menghasilkan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, mendorong hilirisasi riset, serta meningkatkan daya saing pendidikan tinggi sains dan teknologi berbasis integrasi ilmu di tingkat internasional.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top