MOOC PINTAR Kemenag Jangkau 511 Ribu Peserta

Arifah
0

Pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR. Foto Kemenag.

Ciputat, EDUKASI A.ID - Platform pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR milik Kementerian Agama mencatat capaian signifikan sepanjang semester I 2026.

Dalam kurun enam bulan pertama tahun ini, sebanyak 511.746 peserta dari berbagai daerah di Indonesia telah memanfaatkan layanan pelatihan berbasis digital tersebut.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom), Mastuki, menyebut tingginya angka partisipasi menunjukkan semakin besarnya minat aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran digital.

"Platform Pintar makin diminati masyarakat. Partisipasi masyarakat makin besar. Ini menggembirakan karena setiap tahun partisipasi ASN untuk mengembangkan diri semakin tinggi,” ujar Mastuki di Ciputat, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurutnya, kehadiran PINTAR kini menjadi bagian penting dalam strategi Kementerian Agama memperluas akses pengembangan kompetensi ASN dengan memanfaatkan teknologi.

“Kehadiran platform PINTAR telah menjadi bagian krusial dari upaya Kementerian Agama dalam memperluas akses pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal," sambungnya.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, peserta pelatihan mengikuti tiga skema pembelajaran yang disediakan. Program Belajar Mandiri menjadi metode dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 456.132 orang. Sementara Belajar Bersama diikuti 34.611 peserta dan Belajar Terbimbing diikuti 21.003 peserta.

Mastuki mengatakan, capaian lebih dari setengah juta peserta tersebut setara dengan penyelenggaraan 17.059 kelas tatap muka konvensional. Model pembelajaran digital dinilai mampu memangkas birokrasi, lebih hemat anggaran, sekaligus mengurangi penggunaan kertas.

“Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga ramah lingkungan karena pendekatan yang dilakukan adalah sistem paperless,” tegas Mastuki.

Ia menambahkan, penerapan sistem tersebut juga menjadi bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap pelestarian lingkungan.

“Ini adalah kontribusi nyata Kemenag terhadap kelestarian lingkungan. Sekaligus implementasi nyata Ekoteologi," sambungnya.

Tak hanya dari sisi jumlah peserta, hasil evaluasi pelatihan juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Sebanyak 99,57 persen peserta mengaku merasakan manfaat langsung setelah mengikuti pelatihan melalui platform PINTAR. Sementara itu, 99,54 persen peserta meyakini ilmu yang diperoleh akan memberikan dampak positif bagi rekan kerja maupun kemajuan organisasi.

Mastuki menilai budaya belajar yang terus tumbuh di kalangan ASN akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas organisasi.

"Kemajuan ini akan semakin bagus untuk organisasi. Semakin banyak ASN mengembangkan kompetensi diri akan semakin membuat organisasi semakin baik,” sebutnya.

Ia berharap platform PINTAR terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mendorong ASN meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap PINTAR terus berkembang, menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta terus menginspirasi seluruh ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top