Muballigh Viral Fuat Rejeki Jumadi Resmi Sandang Gelar Doktor UIN Walisongo

Redaksi
0
Fuat Rejeki Jumadi usai menjalani ujian promosi doktor terbuka di Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Kamis, 23 Juli 2026. Foto ist.

Semarang, EDUKASIA.ID – Muballigh yang kerap viral di media sosial, Fuat Rejeki Jumadi, resmi meraih gelar Doktor Studi Islam Konsentrasi Sosiologi Dakwah Islam Pascasarjana UIN Walisongo Semarang setelah menyelesaikan studi selama tujuh semester.

Fuat dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dalam ujian promosi doktor terbuka yang digelar di Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam disertasinya, Fuat mengangkat tema "Resiliensi Dakwah di Tengah Krisis Keagamaan pada Masyarakat Muslim Minoritas (Studi Kasus Dusun Krajan, Kalimanggis, Kaloran, Temanggung)."

Penelitian tersebut berangkat dari realitas masyarakat Muslim minoritas yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan menjalankan ekspresi keagamaan, tekanan sosial, hingga melemahnya kehidupan keberagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Fuat menilai pendekatan dakwah konvensional belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas persoalan tersebut. Karena itu, ia menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan dakwah kontekstual, fiqh minoritas, dan konsep resiliensi dakwah.

Melalui penelitian kualitatif dengan studi kasus diakronik, Fuat melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama Islam, da'i, tokoh masyarakat, mualaf, tokoh agama non-Muslim, serta warga Muslim di Dusun Krajan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa krisis keagamaan masyarakat Muslim minoritas merupakan persoalan multidimensional yang dipengaruhi faktor struktural, relasional, dan kultural. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya akidah, praktik ibadah, kelembagaan, hingga identitas keagamaan.

Disertasi ini juga menemukan bahwa strategi dakwah berbasis resiliensi perlu dilakukan melalui pendekatan yang kontekstual, inklusif, dan adaptif dengan berlandaskan fiqh minoritas. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga keberlangsungan kehidupan beragama di tengah berbagai tekanan sosial.

Sebagai temuan utama, Fuat merumuskan Model Sistem Resiliensi Dakwah Integratif-Transformatif (MSR-DIT). Model ini mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, strategis, dan normatif sebagai sistem dakwah yang memungkinkan komunitas Muslim minoritas bertahan, beradaptasi, sekaligus bertransformasi dalam menghadapi tantangan.

Ujian promosi doktor tersebut dipimpin Ketua Sidang Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. dengan Sekretaris Prof. Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag. Sementara dewan penguji terdiri atas Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., Dr. Supangat, M.Ag., Dr. Saerozi, S.Ag., M.Pd., serta Dr. Hasyim Hasanah, S.Sos.I., M.S.I.

Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Ali Murtadho, M.Pd. sebagai Promotor dan Dr. Agus Riyadi, S.Sos.I., M.S.I. sebagai Kopromotor.

Keberhasilan ini menambah daftar muballigh yang tidak hanya aktif berdakwah di ruang publik dan media sosial, tetapi juga berkontribusi melalui pengembangan keilmuan di bidang dakwah Islam, khususnya terkait penguatan masyarakat Muslim minoritas

Fuat Rejeki Jumadi menggenapi jumlah lulusan, sebagai Doktor ke 446 Pascasarjana UIN Walisongo Semarang
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top