185 Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Walisongo Tanam Mangrove di Mangkang

Moh. Miftahul Arief
0
Mahasiswa Pendidikan Biologi UIN Walisongo bersama Dekan, dosen, dan mitra berfoto bersama usai penanaman mangrove di Pantai Mangkang Kulon. Foto ist.

Semarang, EDUKASIA.ID - Sebanyak 185 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menanam mangrove di Pantai Mangkang Kulon, Kota Semarang, Sabtu 19 September 2026.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa juga melakukan pemantauan perkembangan mangrove sekaligus pemanfaatannya sebagai laboratorium pembelajaran mahasiswa.

Dalam kegiatan kolaborasi Prodi Pendidikan Biologi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Kelurahan Mangkang Kulon, dan Komunitas Pecinta Lingkungan Pantai itu, Dekan FST, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., mengingatkan mahasiswa untuk mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menyinggung kerusakan alam akibat penebangan pohon yang tidak beraturan serta pemanfaatan pantai yang merusak lingkungan.

“Oleh karena menanam pohon walau satu batang sungguh sangat berharga untuk kelestarian alam,” ujarnya.

Fatah Syukur juga mengaitkan pentingnya menanam pohon dengan pesan Rasulullah yang mendorong manusia tetap menanam meski berada dalam situasi yang sangat genting.

“Seandainya besok akan kiamat sekalipun, maka tanamlah pohon untuk kelestarian alam,” kata Prof Fatah.

Koordinator Pengabdian Masyarakat, Dr. Hj. Nur Hasanah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 185 mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi.

Menurutnya, penanaman mangrove dirancang memiliki keberlanjutan melalui pemantauan perkembangan pohon yang telah ditanam.

“Ini bukan hanya sekadar menanam, tetapi ada keberlanjutannya dengan memantau perkembangan pohon yang ditanam. Di samping itu juga akan menjadi laboratorium pembelajaran mahasiswa Pendidikan Biologi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, S.E., M.M. yang turu hadir mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan demi kesejahteraan manusia.

Ia menilai pemerintah membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan.

“Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pilus itu juga menyampaikan terima kasih kepada UIN Walisongo Semarang yang telah berpartisipasi aktif memelihara lingkungan pantai melalui penanaman mangrove di Mangkang Kulon.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top