
Ilustrasi. Foto Magific.
EDUKASIA.ID - Ada yang bertanya, mengapa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin? Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW disebut lahir pada Senin, 12 Rabiul Awwal, sekitar tahun 571 M.
Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW kemudian diperingati umat Islam di berbagai daerah sebagai Maulid Nabi. Momen ini menjadi pengingat lahirnya sosok yang membawa ajaran Islam sekaligus keteladanan dalam kehidupan.
Mengutip laman Kementerian Agama (Kemenag), Nabi Muhammad SAW sendiri pernah menjelaskan alasan hari Senin memiliki keistimewaan baginya.
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ
"Itu (puasa Senin) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan kepadaku," (HR Muslim).
Lantas, mengapa kelahiran Nabi Muhammad SAW dikaitkan dengan hari Senin dan bulan Rabiul Awwal, bukan waktu-waktu lain yang juga dianggap istimewa dalam Islam?
Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid mengutip penjelasan Ibnul Haj Al-Abdari Al-Maliki Al-Fasi mengenai hikmah di balik waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurut Ibnul Haj, ada empat hikmah yang dapat dipahami.
1. Senin berkaitan dengan penciptaan pohon dan rezeki
Senin disebut sebagai hari ketika Allah SWT menciptakan pohon. Hal ini dikaitkan dengan berbagai bentuk rezeki yang menjadi kebutuhan manusia, seperti makanan pokok, buah-buahan, serta berbagai kebaikan lainnya.
Karena itu, Senin dapat menjadi pengingat tentang nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
2. Rabi berarti musim semi
Secara bahasa, kata "Rabi" berarti musim semi. Musim tersebut dikaitkan dengan tumbuhnya berbagai kehidupan dan keadaan yang menyenangkan.
Abu Abdirrahman As-Shaqli mengatakan, "Setiap orang memiliki ‘nasib’ (baik) dari namanya."
Dengan demikian, nama Rabiul Awwal dipandang memiliki makna dan isyarat yang baik.
3. Musim semi dianggap paling seimbang
Musim semi disebut sebagai musim yang paling pas dan seimbang. Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Syariat Nabi Muhammad SAW dipandang sebagai ajaran yang adil dan toleran.
4. Waktu tersebut menjadi mulia karena kelahiran Nabi
Hikmah berikutnya berkaitan dengan kemuliaan waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Jika Nabi Muhammad SAW lahir pada waktu yang sebelumnya sudah dikenal sangat mulia, orang bisa saja mengira bahwa kemuliaan Nabi berasal dari waktu kelahirannya.
Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin di bulan Rabiul Awwal. Dengan demikian, waktu tersebut justru menjadi semakin istimewa karena kelahiran beliau.
Empat hikmah tersebut merupakan penjelasan Ibnul Haj yang dikutip Jalaluddin As-Suyuthi dalam Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid. Wallahu a'lam.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.