Prodi PAI UIN Raden Mas Said Bahas Digital Detox dan Mindful Scrolling bagi Remaja

Moh. Miftahul Arief
0

Penulis : Abdullah Hadziq M.Pd

Boyolali, EDUKASIA.ID – Penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan keseharian remaja menjadi perhatian Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, UIN Raden Mas Said Surakarta.

Persoalan tersebut dibahas dalam kegiatan Peningkatan Mutu Akademik bertema “Digital Detox & Mindful Scrolling: Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Era Algoritma” yang digelar di MTs Nurul Islam 2 Boyolali, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu peserta memahami penggunaan teknologi digital secara lebih sehat, terutama dalam mengelola waktu, perhatian, dan aktivitas di media sosial.

Kepala MTs Nurul Islam 2 Boyolali, Muh. Burhanuddin Amin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendampingan peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Pendampingan itu juga perlu memperhatikan keseimbangan kehidupan peserta didik, mulai dari kehidupan sosial, pendidikan hingga aspek spiritual.

Koordinator kegiatan, Ainun Yudhistira, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis. Peserta juga diharapkan dapat menerapkan kebiasaan digital yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kegiatan disampaikan Ayu Nabila. Pembahasan berfokus pada konsep digital detox dan mindful scrolling sebagai bagian dari upaya membangun pola penggunaan media sosial yang lebih terarah.

Peserta diajak memahami bagaimana algoritma media sosial dapat memengaruhi perhatian, kebiasaan, serta cara remaja berinteraksi dengan informasi di ruang digital.

Dalam pendekatan mindful scrolling, peserta didorong untuk lebih sadar ketika menggunakan media sosial. Kesadaran itu mencakup tujuan membuka media sosial, durasi penggunaan perangkat, hingga kemampuan memilah konten yang dikonsumsi.

Sementara digital detox dikenalkan sebagai salah satu bentuk pengelolaan penggunaan perangkat digital. Konsep ini diarahkan untuk membantu pengguna menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dengan kegiatan lain di kehidupan sehari-hari.

Pembahasan juga ditempatkan dalam perspektif Pendidikan Agama Islam. Kemampuan mengendalikan diri, menghargai waktu, dan memilih aktivitas yang memberikan manfaat menjadi bagian dari penguatan karakter peserta didik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta mendapat kesempatan berdiskusi mengenai pengalaman mereka menggunakan media sosial serta berbagai tantangan yang muncul akibat tingginya intensitas aktivitas digital.

Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta menilai, isu tersebut menjadi salah satu bagian dari tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi.

Pendekatan pendidikan terhadap remaja tidak cukup hanya membekali mereka dengan kemampuan menggunakan teknologi. Peserta didik juga perlu memiliki kesadaran untuk mengatur penggunaan teknologi dan tetap menjaga keseimbangan kehidupan sosial, pendidikan, serta spiritual.

Kegiatan di MTs Nurul Islam 2 Boyolali ini menjadi bagian dari kontribusi akademik Prodi PAI dalam merespons persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top