5 Makna AHWA Muktamar ke-35 NU Digelar di Ndalem Mbah Wahab

Redaksi
0
Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Foto ist.

Jombang. EDUKASIA.ID – Musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Forum yang akan menentukan Rais Aam PBNU periode mendatang itu akan berlangsung di Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Hasbullah, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang.

Pemilihan Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab bukan sekadar persoalan tempat. Rumah tersebut memiliki kaitan erat dengan perjalanan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam menggagas, mendirikan, dan mengembangkan NU.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan lokasi AHWA sebelumnya sempat diwacanakan berada di kawasan makam.

Rencana itu kemudian diubah karena kawasan makam diperkirakan menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi selama Muktamar ke-35 NU.

“Memang awalnya kita punya wacana ditempatkan di area makam. Tapi karena di situ area keramaian, jadi kita geser ke Ndalem KH Wahab Hasbullah,” ujar Gus Rozaq dalam keterangan, Rabu 19 Aagustus 2026.

Pemindahan lokasi tersebut sekaligus membuat AHWA berlangsung di tempat yang memiliki hubungan langsung dengan sejarah NU. Setidaknya ada lima hal yang membuat pelaksanaan AHWA di Ndalem Mbah Wahab memiliki makna tersendiri.

1. Berlangsung di rumah yang terkait sejarah perjuangan NU


Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab memiliki nilai historis bagi perjalanan NU. Tempat tersebut berkaitan dengan perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam menggagas, mendirikan, dan mengembangkan organisasi yang didirikan para ulama tersebut.

Karena itu, rumah tersebut tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga bagian dari sejarah yang masih terawat di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

2. Dipilih karena suasananya lebih tenang


Alasan pertama yang disampaikan panitia lokal bersifat praktis. Kawasan makam diperkirakan akan menjadi salah satu pusat aktivitas selama muktamar.

Sementara itu, AHWA membutuhkan suasana yang lebih tenang karena forum tersebut menjadi ruang musyawarah para ulama dalam menentukan Rais Aam PBNU.

Menurut Gus Rozaq, Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab dinilai lebih tenang dan kondusif untuk pelaksanaan forum tersebut.

3. Menjadi ruang musyawarah para ulama


AHWA merupakan salah satu mekanisme dalam tradisi kepemimpinan NU. Forum ini melibatkan sembilan ulama yang mendapat mandat untuk bermusyawarah menentukan Rais Aam PBNU periode berikutnya.

Mekanisme tersebut menempatkan musyawarah sebagai bagian penting dalam proses menentukan kepemimpinan tertinggi di jajaran Syuriyah PBNU.

Karena itu, lokasi yang memiliki sejarah perjuangan ulama NU memberi konteks tersendiri bagi forum tersebut.

4. Mengingat kembali perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah


Gus Rozaq mengatakan pemilihan Ndalem Mbah Wahab juga berkaitan dengan upaya mengenang perjuangan salah satu pendiri NU tersebut.

“Ini sekaligus untuk mengenang awal perjuangan Kiai Wahab mendirikan NU yang memang berawal dari rumah tersebut,” katanya.

Dengan begitu, pelaksanaan AHWA di rumah tersebut sekaligus menghadirkan kembali ingatan tentang fase awal perjuangan NU.

5. Mempertemukan sejarah dengan kepemimpinan NU ke depan


Ada pertemuan antara sejarah dan masa depan dalam pelaksanaan AHWA di Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab.

Di tempat yang memiliki kaitan dengan perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah, sembilan ulama akan bermusyawarah menentukan sosok yang akan menerima amanah sebagai Rais Aam PBNU periode mendatang.

Bagi panitia lokal Tambakberas, suasana historis tersebut diharapkan menjadi energi spiritual sekaligus pengingat terhadap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para muassis NU.

Dengan demikian, pelaksanaan AHWA di Ndalem Kasepuhan Mbah Wahab bukan hanya bagian dari agenda Muktamar ke-35 NU. Lokasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi kepemimpinan NU tidak terlepas dari sejarah perjuangan para ulama dan muassisnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top