5 Hal Menarik di Kampung Literasi Muktamar NU ke-35 Tambakberas

Redaksi
0
ILUSTRASI. Kampung Literasi Gang Aufa hadir di arena Muktamar NU ke-35 Tambakberas dengan ribuan buku, diskusi, kuliner, dan UMKM warga. Foto Pixabay.

Jombang. EDUKASIA.ID - Muktamirin yang sedang mengikuti Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas tak perlu pergi jauh jika ingin mencari buku atau sekadar mencari suasana lain di sela agenda.

Di sebelah barat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum terdapat Kampung Literasi Gang Aufa. Lokasinya berada di RT 01 Desa Tambakrejo, tak jauh dari arena Muktamar NU ke-35.

Kawasan ini dikembangkan warga setempat bersama Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang. Buku, diskusi, kuliner, dan aktivitas warga bertemu dalam satu kawasan.

Berikut lima hal yang bisa ditemui muktamirin di Kampung Literasi Gang Aufa:

1. Ribuan buku dari belasan penerbit


Belasan penerbit dari berbagai daerah ikut membawa koleksi ke Kampung Literasi. Buku yang tersedia beragam, mulai pengetahuan umum, keislaman, hingga literatur sejarah dan khazanah Nahdlatul Ulama.

Buku pilihan tersebut juga bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Jombang sekaligus kenang-kenangan mengikuti Muktamar NU ke-35.

Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyanshah, mengatakan kawasan itu memang disiapkan untuk muktamirin dan masyarakat umum.

“Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU,” ucap Andri, Selasa 18 Agustus 2026.

2. Ada bedah buku dan diskusi


Kampung Literasi bukan hanya tempat mencari buku. Sejumlah diskusi keilmuan dan bedah buku juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan selama Muktamar NU ke-35.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa. Lembaga, penerbit, aktivis pergerakan, hingga penulis dijadwalkan terlibat.

“Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa. Sejumlah lembaga, penerbit, aktivis pergerakan, hingga penulis dijadwalkan ikut ambil bagian dalam rangkaian acara,” ujar Andri.

3. Ruang bertemu dan bertukar gagasan


Konsep Kampung Literasi Gang Aufa tidak berhenti pada aktivitas jual beli buku. Warga membuka ruang yang mempertemukan pengunjung dengan buku, diskusi, budaya, dan aktivitas masyarakat.

Muktamirin yang datang bisa membaca, mencari koleksi buku, atau mengikuti kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut.

4. Bisa kulineran di sela agenda


Setelah melihat-lihat buku atau mengikuti diskusi, pengunjung bisa mencicipi makanan dan minuman yang dijajakan warga.

Puluhan pelaku UMKM dan pedagang lokal ikut membuka lapak di sepanjang gang. Sejumlah kuliner khas Jombang pun disiapkan untuk pengunjung.

Bagi warga, ramainya Muktamar NU ke-35 juga menjadi peluang untuk mendapatkan manfaat ekonomi.

“Kehadiran UMKM itu sekaligus menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari tingginya aktivitas selama Muktamar ke-35 NU,” ungkap Andri.

5. Melihat cara warga ikut menyambut muktamar


Kehadiran Kampung Literasi menjadi salah satu bentuk keterlibatan warga sekitar dalam menyambut Muktamar NU ke-35.

Warga tidak hanya menyediakan tempat untuk membeli buku. Mereka juga membuka ruang diskusi dan memberi kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk ikut bergerak selama muktamar berlangsung.

“Masyarakat sekitar juga bisa ikut menyambut tamu dengan menghadirkan ruang yang edukatif, terbuka, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi warga,” pungkasnya.

Kampung Literasi Gang Aufa pun bisa menjadi pilihan bagi muktamirin yang ingin membawa pulang buku, mengikuti diskusi, atau menikmati kuliner warga tanpa harus jauh-jauh meninggalkan kawasan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top