Penampakan 200 unit becak listrik di arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Foto muktamar.nu.id.
Jombang. EDUKASIA.ID – Ada pemandangan baru di tengah persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengemudi becak di Jombang, Senin 24 Agustus 2026. Kendaraan ini disiapkan untuk mendukung mobilitas peserta dan tamu selama Muktamar NU berlangsung.
Penggembira yang datang ke kawasan Tambakberas bisa memanfaatkan becak listrik ini sebagai salah satu pilihan transportasi untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Tentu ini menambah kesan tersendiri pada destinasi wisata di Jombang.
Namun, ada sejumlah hal yang menarik untuk diketahui dari kendaraan tersebut. Berikut lima faktanya:
Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada para pengemudi becak di Jombang, Senin 24 Agustus 2026. Kendaraan ini disiapkan untuk mendukung mobilitas peserta dan tamu selama Muktamar NU berlangsung.
Penggembira yang datang ke kawasan Tambakberas bisa memanfaatkan becak listrik ini sebagai salah satu pilihan transportasi untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Tentu ini menambah kesan tersendiri pada destinasi wisata di Jombang.
Namun, ada sejumlah hal yang menarik untuk diketahui dari kendaraan tersebut. Berikut lima faktanya:
1. Sekali Charge Bisa Menempuh Sekitar 40 Kilometer
Dari sisi daya jelajah, becak listrik ini mampu menempuh jarak hingga sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian baterai.
Namun, angka tersebut tidak berlaku untuk semua kondisi penggunaan. Menurut Ahmad, mekanik PT Pindad yang menangani becak listrik tersebut, jarak tempuh hingga 40 kilometer dapat dicapai dengan memanfaatkan fitur pedal assist.
Teknologi tersebut membuat pengemudi tetap mengayuh, tetapi mendapat bantuan tenaga listrik sehingga kayuhan terasa lebih ringan.
Sebaliknya, jarak tempuh dapat berkurang jika kendaraan digunakan tanpa bantuan kayuhan.
2. Tetap Bisa Dikayuh Saat Baterai Habis
Baterai habis bukan berarti becak langsung berhenti beroperasi.
Becak listrik tersebut masih bisa dikayuh secara manual. Hanya saja, pengemudi membutuhkan tenaga lebih besar karena tidak lagi mendapat bantuan motor listrik.
Ahmad karena itu mengingatkan pengguna agar tidak menunggu baterai sampai benar-benar kosong sebelum melakukan pengisian.
"Kalau sudah 20 persen paling aman untuk segera di-charge. Jangan sampai sampai nol persen karena bisa membuat baterai lebih cepat drop," ujar Ahmad, Selasa 25 Agustus 2026.
3. Kecepatan Maksimal 15 Kilometer per Jam
Becak listrik ini tidak dirancang untuk melaju seperti kendaraan bermotor pada umumnya.
Menurut Ahmad, kecepatannya berada di kisaran 5 hingga 14 kilometer per jam dan dapat mencapai maksimal 15 kilometer per jam.
"Kalau kecepatannya bisa sampai 15 kilometer per jam. Itu sudah cukup kencang untuk becak," ucap Ahmad.
Kecepatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari karakter kendaraan yang digunakan untuk mobilitas di kawasan kegiatan Muktamar.
4. Bisa Membawa Penumpang dan Barang hingga 150 Kilogram
Kapasitas angkut juga perlu diperhatikan.
Becak listrik tersebut memiliki kemampuan membawa beban maksimal sekitar 150 kilogram, baik untuk orang maupun barang.
"Kalau untuk orang maupun barang, maksimal sekitar 150 kilogram. Jangan membawa barang melebihi kapasitas," jelas Ahmad.
Batas muatan tersebut penting diperhatikan agar kendaraan tetap digunakan sesuai kemampuan yang telah ditentukan.
5. Tidak Sembarangan Menerobos Genangan
Satu hal yang perlu diperhatikan ketika becak listrik digunakan adalah kondisi jalan.
Pengemudi sebaiknya tidak memaksakan kendaraan melewati genangan air. Komponen kelistrikan dan motor dapat mengalami gangguan apabila kendaraan sampai terendam.
"Kalau ada genangan air, jangan dipaksakan menerobos. Yang penting kendaraan tidak sampai tergenang," ungkap Ahmad.
Becak listrik ini menjadi salah satu sarana transportasi yang disiapkan untuk menunjang mobilitas selama Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Kehadirannya sekaligus memberikan warna tersendiri dalam perhelatan Muktamar NU di Tambakberas, ketika kendaraan tradisional seperti becak beradaptasi dengan teknologi tenaga listrik untuk melayani mobilitas masyarakat.
Dengan sistem pedal assist, becak tersebut tetap mempertahankan cara kerja khas becak yang mengandalkan kayuhan, tetapi mendapat dukungan tenaga listrik untuk meringankan pengemudi.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.