Ayah Sakit Saat Tesis, Ahdiatul Jadi Wisudawan Terbaik IPK 3,96

Arifah
0


Ahdiatul Badirah berhasil meraih predikat wisudawan terbaik. Foto IAIN Parepare.

. - Ahdiatul Badirah berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana IAIN Parepare dengan IPK 3,96.

Capaian itu diraih setelah melewati masa sulit saat sang ayah sakit ketika dirinya tengah menyelesaikan tesis.

Ahdiatul merupakan lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana IAIN Parepare asal Kabupaten Sidrap. Ia menyelesaikan studi magisternya dalam waktu 1 tahun 10 bulan 14 hari.

Kisah perjuangan Ahdiatul terungkap dalam Wisuda Sarjana dan Magister Tahap II IAIN Parepare Tahun 2026 Sesi 2 di Auditorium IAIN Parepare, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Perjalanan Ahdiatul menuju kelulusan tidak sepenuhnya mudah. Sejak awal kuliah magister, ia harus beradaptasi dengan tuntutan akademik yang lebih tinggi dan lingkungan perkuliahan dengan mahasiswa dari berbagai rentang usia.

Tantangan semakin berat ketika memasuki tahap penyusunan tesis. Saat itu, kondisi sang ayah yang sakit membuat perhatian Ahdiatul terbagi.

“Fokus tesis saya sempat terganggu ketika ayah sakit. Itu menjadi salah satu masa yang cukup berat, tetapi saya tetap berusaha menjalani semuanya dan menyelesaikan apa yang sudah saya mulai,” ujar Ahdiatul.

Meski demikian, ia memilih tetap menjalani proses tersebut secara konsisten. Baginya, pendidikan yang sudah dimulai harus diselesaikan hingga tuntas.

“Yang membuat saya tetap bangun dan berjuang setiap hari adalah proses yang memang harus dituntaskan. Saya belajar untuk tetap konsisten dan tidak membiarkan rasa lelah membuat saya berhenti di tengah jalan,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, orang tua menjadi sumber kekuatan bagi Ahdiatul. Doa dan kepercayaan keluarga membuatnya terus melanjutkan pendidikan hingga akhirnya meraih predikat wisudawan terbaik.

Pencapaian itu juga ia persembahkan untuk kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.

“Terima kasih sudah membesarkan saya dengan penuh cinta dan percaya kepada saya, bahkan lebih dari saya percaya kepada diri sendiri. Apa yang saya capai hari ini tidak lepas dari doa dan kepercayaan orang tua, terutama ayah,” ungkapnya.

Bagi Ahdiatul, toga yang dikenakan saat wisuda bukan sekadar simbol kelulusan. Toga tersebut menjadi bukti bahwa ia mampu memenuhi janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang telah memberikan kepercayaan.

Kini, perjuangan tersebut berbuah hasil. Ia menutup pendidikan magisternya dengan IPK 3,96 sekaligus predikat Wisudawan Terbaik Pascasarjana.

Ahdiatul berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bahwa rasa lelah bukan alasan untuk berhenti ketika sedang menjalani sebuah proses.

“Tidak apa-apa kalau kita merasa lelah. Yang penting tetap bertahan. Percayalah, selalu ada keajaiban bagi mereka yang mau terus berjuang dan tidak menyerah pada proses,” pungkasnya.

Itulah kisah Ahdiatul Badirah, wisudawan terbaik Pascasarjana IAIN Parepare yang tetap menyelesaikan tesis dan pendidikannya di tengah kondisi sang ayah yang sakit.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top