Bersih, Sehat, Berbekas: Jejak Program PHBS MMD UB di Seluruh Sekolah Dasar Desa Poncokusumo

Moh. Miftahul Arief
0
Kegiatan sosialisasi PHBS cuci tangan pakai sabun oleh tim KKN MMD Universitas Brawijaya kelompok 35. Foto ist.

Penulis : Siti Nur Hafizah, Mahasiswa Universitas Brawijaya

EDUKASIA.ID - Program sosialisasi dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya cuci tangan pakai sabun (CTPS), yang digagas oleh Mahasiswa Membangun (MMD) Desa Kelompok 35 mendapat apresiasi positif dari seluruh sekolah dasar yang berada di Desa Poncokusumo, yaitu SDN 1, SDN 2 Poncokusumo, dan MI Sunan Muria. Ketiga pihak sekolah menilai program ini bukan sekadar seremonial, melainkan memberi manfaat nyata bagi siswa melalui edukasi langsung, praktik cuci tangan, serta pembagian poster dan sabun.

Program ini dinilai berhasil menghadirkan penguatan yang tepat waktu, melengkapi upaya kesehatan yang sudah berjalan di sekolah, sekaligus menghadirkan semangat baru bagi siswa untuk membiasakan pola hidup bersih sejak dini.

Dinilai Menambah Pengetahuan dan Memperkuat Kebiasaan Baik

Kepala Sekolah SDN 2 Poncokusumo, Bu Suherlina, menyampaikan tanggapan yang sangat positif terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menambah pengetahuan dan pengalaman baru bagi siswa, sekaligus memperkuat pesan PHBS yang selama ini juga disampaikan oleh guru dan Puskesmas.

“Bagus, itu karena menambah pengetahuan anak-anak, menambah pengalaman. Jadi tidak hanya dari bapak ibu guru saja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN membuat pesan hidup bersih dan sehat semakin diyakini oleh siswa, karena disampaikan dari sumber yang berbeda namun dengan semangat yang sama seperti yang selama ini disampaikan pihak sekolah. Hal yang sama juga disampaikan oleh Bu Denny, salah satu guru dari SDN 1 Poncokusumo.

Membantu Menghidupkan Kembali Kebiasaan Siswa

Manfaat serupa juga dirasakan MI Sunan Muria. Kepala Sekolah, Pak Ujang, menjelaskan bahwa sebelum kegiatan berlangsung, kebiasaan cuci tangan siswa sempat menurun akibat sejumlah wastafel yang rusak. Kehadiran mahasiswa KKN dinilai berhasil membangkitkan kembali kesadaran dan kebiasaan tersebut. “ _Karena ada mbak-mbaknya kesini, anak-anak jadi lebih itu lagi, lebih terbiasa lagi,” katanya.

Pak Ujang turut mengapresiasi materi dan tujuan program secara keseluruhan. Menurutnya, materi yang disampaikan sudah bagus dan tepat sasaran bagi kebutuhan dasar siswa. “Materinya bagus, tujuannya juga bagus,” ujarnya.

Praktik Langsung Jadi Nilai Tambah Program

Salah satu hal yang membuat program ini dinilai efektif adalah pendekatan praktik langsung, bukan sekadar penyampaian teori. Bu Suherlina menjelaskan bahwa siswa tidak hanya mendengar penjelasan tentang cara mencuci tangan dan membuang sampah yang benar, tetapi juga langsung mempraktikkannya bersama mahasiswa KKN. Pendekatan ini dinilai sangat sesuai dengan karakter anak-anak usia sekolah dasar yang lebih mudah memahami sesuatu melalui contoh dan praktik nyata.

Selain edukasi dan praktik, pembagian poster dan sabun turut menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh sekolah. Poster edukasi cuci tangan, misalnya, sengaja ditempatkan di kelas-kelas rendah agar pesannya lebih mudah diserap oleh siswa yang masih dalam tahap awal pembentukan kebiasaan.

Melengkapi dan Menguatkan Program yang Sudah Ada

Program PHBS dari mahasiswa KKN juga dinilai berhasil bersinergi dengan program kesehatan yang sudah berjalan di sekolah. Di SDN 2 Poncokusumo, misalnya, sekolah sudah memiliki agenda rutin seperti “Sabtu Bersih” dan kunjungan berkala dari Puskesmas.

Kehadiran mahasiswa KKN dinilai memperkuat pesan yang sama dari sudut pandang yang segar, sehingga siswa mendapat penguatan pesan kesehatan dari berbagai pihak secara konsisten.

Di MI Sunan Muria dan SDN 1 Poncokusumo, program ini juga dinilai tepat waktu karena hadir ketika kebiasaan siswa sedang membutuhkan dorongan kembali. Kehadiran mahasiswa KKN dengan materi edukasi yang segar dan menarik membantu memulihkan kesadaran siswa akan pentingnya kebersihan diri.

Sekolah Berkomitmen Menjaga Keberlanjutan

Kedua sekolah menyambut baik program ini dan berkomitmen untuk turut menjaga keberlanjutannya. Pak Ujang menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus mengingatkan siswa secara rutin agar kebiasaan baik yang telah ditanamkan tidak pudar. “Kalau kesadarannya menurun, kita ingatkan lagi,_” ujarnya, menunjukkan komitmen sekolah untuk turut merawat hasil dari program ini bersama-sama dengan mahasiswa KKN.

Sementara itu, Bu Suherlina berharap program semacam ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang dengan porsi praktik yang lebih banyak lagi, mengingat antusiasme siswa yang tinggi saat mempraktikkan langsung materi yang diajarkan.

Program yang Dinilai Positif dan Layak Diteruskan

Secara keseluruhan, program sosialisasi PHBS yang digagas mahasiswa MMD Kelompok 35 di SDN 1, 2 Poncokusumo, dan MI Sunan Muria mendapat sambutan hangat dari kedua sekolah. Program ini dinilai berhasil memberikan manfaat konkret berupa peningkatan pengetahuan, penguatan kebiasaan baik, serta sinergi positif dengan program kesehatan yang sudah berjalan di sekolah.

Dengan apresiasi dan dukungan penuh dari pihak sekolah, program ini diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi kegiatan KKN serupa di masa mendatang, sekaligus terus mendorong terbentuknya generasi siswa sekolah dasar yang terbiasa hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top