Ketua SETIA WS Dr. Hj. Uswatun Marhamah bersama jajaran kampus berziarah di depan makam salah satu pendiri SETIA WS dalam rangkaian Dies Natalis. Foto ist.
Demak EDUKASIA.ID - Menjelang puncak peringatan Dies Natalis yang jatuh pada 31 Agustus 2026 mendatang, Sekolah Tinggi Agama Islam Walisembilan Semarang (SETIA WS) menggelar agenda ziarah ke makam para pendiri yayasan, Kamis 27 Agustus 2026.
Rombongan meliputi Ketua, Wakil Ketua, seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi), hingga Tenaga Kependidikan (Tendik) SETIA WS mengawali ziarah dengan mendatangi makam para tokoh pendiri SETIA WS di pemakaman Bergota, Semarang.
Usai memanjatkan doa di makam para tokoh pendiri, rombongan melanjutkan perjalanan ziarah ke maqam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak, dan berakhir di kompleks Menara dan Makam Sunan Kudus.
Ketua SETIA WS, Dr. Uswatun Marhamah, M.Pd., menyampaikan bahwa ziarah ke makam pendiri yayasan ini merupakan tradisi rutin yang konsisten dirawat tiap tahun sebagai bentuk takzim seluruh elemen kampus kepada para perintis.
"Ziarah ke pendiri yayasan ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa bakti para dosen serta pegawai kepada keluarga pembina dan pengurus yayasan yang telah sumare (berpulang). Usaha dan dedikasi beliaulah yang menjadi pondasi berdirinya kampus ini," ujar Uswatun, Jumat 28 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Uswatunt menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar agenda seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam untuk menata niat dan pengabdian di dunia pendidikan.
"Harapan kami, dengan ziarah ini dapat mengurangi rasa cinta dunia (hubbud dunya) dan mengikis kesombongan. Kita semua diajak menyadari kembali bahwa pangkat, jabatan, dan amanah di dunia ini sifatnya hanyalah sementara," tambahnya.
Menurut Uswatun, nilai kesederhanaan dan ketulusan dari para pendiri harus terus dihidupkan dalam tata kelola perguruan tinggi modern.
Kesadaran akan keterbatasan manusia dan sifat sementara dari jabatan diharapkan melahirkan kepemimpinan yang berintegritas, melayani, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Tradisi spiritual ini menjadi penguat langkah SETIA WS dalam melanjutkan roda kepemimpinan dan pengembangan kampus ke depan.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.