Cek Fakta: Link Pendaftaran Bantuan Pendidikan dan Perumahan 2026, Ternyata Hoaks

Arifah
0

Program bantuan pendidikan dan perumahan periode 2026. Foto Ist.

Jakarta. EDUKASIA.ID - Beredar unggahan di Facebook yang membagikan tautan dengan narasi pendaftaran program bantuan pendidikan dan perumahan periode 2026. 

Unggahan tersebut mengajak masyarakat mengisi data untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar.

Berdasarkan penelusuran TurnBackHoax.id, tautan yang dibagikan tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke formulir yang meminta pengguna mengisi nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Praktik semacam ini patut diwaspadai karena berpotensi digunakan untuk mengumpulkan data pribadi.

Penelusuran lebih lanjut dengan kata kunci "program bantuan pendidikan dan perumahan 2026" di mesin pencari Google mengarah pada artikel Tempo.co berjudul "Keliru: Tautan Pendaftaran Bantuan Pendidikan dan Modal Usaha dari Prabowo 2025".

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa program bantuan pendidikan dari pemerintah yang memang tersedia meliputi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), Program Indonesia Pintar (PIP), Beasiswa Unggulan, Beasiswa LPDP, serta Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Tidak ada program resmi dengan mekanisme pendaftaran melalui tautan yang beredar di media sosial.

Sementara itu, artikel TurnBackHoax.id berjudul "[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Rumah Gratis Program 3 Juta Rumah 2026" menjelaskan bahwa masyarakat yang ingin memperoleh rumah subsidi harus mengikuti mekanisme resmi melalui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), bukan melalui formulir yang beredar di Facebook.

Unggahan yang mengklaim menyediakan tautan pendaftaran program bantuan pendidikan dan perumahan periode 2026 adalah hoaks. Masyarakat diimbau tidak mengisi data pribadi pada tautan yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.

Tips Terhindar Hoaks

  • Pastikan informasi berasal dari situs atau akun resmi pemerintah.
  • Jangan mudah mengklik tautan yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.
  • Hindari memberikan data pribadi, seperti NIK, nama lengkap sesuai KTP, atau nomor telepon, melalui tautan yang tidak jelas.
  • Periksa kebenaran informasi melalui situs pemeriksa fakta atau media kredibel sebelum membagikannya kepada orang lain.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top