Didampingi KKN UIN Walisongo, Siswa SDN 1 Karangrowo Sulap Eceng Gondok Jadi Vas

Moh. Miftahul Arief
0
Siswa SDN 1 Karangrowo Demak membuat vas bunga dari eceng gondok didampingi Tim KKN UIN Walisongo. Kegiatan ini melatih kreativitas dan kerja sama siswa. Foto ist.

Demak. EDUKASIA.ID – Sebanyak 23 siswa SDN 1 Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Demak, belajar mengolah eceng gondok menjadi vas bunga. Mereka membuat kerajinan tersebut dengan pendampingan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 103.

Kegiatan berlangsung di ruang kelas IV SDN 1 Karangrowo, Selasa, 11 Agustus 2026. Para siswa dibagi menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok membuat satu vas bunga.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 103, Afrizal Saifulloh, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memberi pengalaman baru bagi siswa sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan kreativitas.

“Harapannya kegiatan ini tidak hanya selesai ketika di dalam kelas saja, tetapi anak-anak bisa terus mengembangkan kreativitasnya saat di luar kelas. Selain itu, semoga melalui kegiatan berkelompok ini anak-anak juga semakin terbiasa untuk bekerja sama dan saling membantu,” ungkapnya, Kamis 13 Agustus 2026.

Sebelum mulai menganyam, siswa dikenalkan dengan eceng gondok sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan. Mereka kemudian belajar teknik dasar anyaman dan membuat motif kepang sebelum menyusunnya menjadi vas bunga.

Mahasiswa KKN mendampingi setiap kelompok selama proses berlangsung. Siswa terlibat langsung mulai dari menyiapkan bahan hingga menyelesaikan bentuk vas.

Kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga melihat bahwa bahan yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi benda yang memiliki nilai guna.

Kepala SDN 1 Karangrowo, Siti Musyaroh, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, praktik langsung memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan melalui penjelasan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 103. Anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan pembuatan kerajinan. Kegiatan seperti ini tentunya dapat melatih kreativitas dan kerja sama siswa,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa KKN Posko 103, Maulida Ni’matul Millah, mengatakan pemanfaatan eceng gondok juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi lingkungan kepada siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa eceng gondok tidak hanya dianggap sebagai tanaman yang mengganggu, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan,” jelasnya.

Menurut Maulida, proses membuat satu vas secara berkelompok juga melatih ketelitian dan kemampuan siswa untuk bekerja sama.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka mulai menganyam eceng gondok. Mereka saling membantu menyelesaikan bagian masing-masing hingga lima kelompok menghasilkan lima vas bunga.

Salah satu siswa kelas IV SDN 1 Karangrowo, Adiba, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga baru mengetahui bahwa eceng gondok dapat dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan.

“Senang karena bisa membuat vas bunga bersama teman-teman. Awalnya saya tidak tahu kalau eceng gondok bisa dibuat menjadi kerajinan seperti ini. Cara membuat anyamannya juga seru,” ungkapnya.

Bagi siswa SDN 1 Karangrowo, kegiatan tersebut bukan hanya menghasilkan vas bunga. Mereka juga mendapat pengalaman mengolah bahan yang ada di lingkungan sekitar, belajar membuat karya dengan tangan sendiri, serta bekerja sama untuk menyelesaikan satu hasil kerajinan.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top