Suasana registrasi santri baru Ma’had UIN Walisongo Semarang, Jumat 16 Agustus 2026. Foto Ist.
Semarang. EDUKASIA.ID – Koper, tas, dan perlengkapan pribadi mulai memenuhi Ma’had UIN Walisongo Semarang, pada Jumat 14 Agustus 2026.
Para santri baru datang untuk registrasi dan mengikuti rangkaian penerimaan di tenda-tenda pad ahalaman Ma'had di kampus 2 UIN Walisongo itu.
Tahun ini, ada 1.300 santri baru yang mulai menempati Ma’had. Sebanyak 450 santri merupakan putra dan 850 lainnya putri.
Kedatangan mereka menjadi awal kehidupan baru di lingkungan Ma’had. Selain tinggal, para santri akan menjalani pembinaan keagamaan dan kehidupan bersama selama menjadi mahasiswa UIN Walisongo.
Pengasuh Ma’had UIN Walisongo, Dr. KH. Maghfurin, menyampaikan pesan khusus untuk para santri yang mulai datang.
“Selamat datang 1.300 santri baru Ma’had UIN Walisongo pada rangkaian penerimaan santri tanggal 14–16 Agustus,” ujar Maghfurin.
Ia mengingatkan agar keberadaan santri di Ma’had tidak dipahami sebatas tempat tinggal.
“Para santri bukan sekadar datang untuk tinggal di Ma’had, tetapi hadir untuk tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, moderat, dan mampu menebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Di Ma’had, para santri diharapkan dapat memperkuat iman sekaligus memperluas wawasan. Kehidupan bersama juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan belajar menghargai perbedaan.
Maghfurin berharap proses tersebut membentuk santri yang tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga dari Ma’had UIN Walisongo lahir generasi yang moderat dalam berpikir, santun dalam bersikap, teguh dalam beragama, dan nyata dalam menebarkan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Salah satu orangtua santri asal Bojonegoro yang ikut mengantar anaknya, Istikhoroh menyebut mantap dan ikhals anaknya masuk Ma'had.
"Bismillah, insyallah mantap melanjutkan di Ma'had sini, biar ilmunya dari pesantren saat Aliyah nyambung, secara lokasi juga dekat," ujarnya.
Rangkaian penerimaan 1.300 santri baru berlangsung selama tiga hari. Setelah proses penerimaan selesai, mereka akan mulai menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Ma’had UIN Walisongo.
Para santri baru datang untuk registrasi dan mengikuti rangkaian penerimaan di tenda-tenda pad ahalaman Ma'had di kampus 2 UIN Walisongo itu.
Tahun ini, ada 1.300 santri baru yang mulai menempati Ma’had. Sebanyak 450 santri merupakan putra dan 850 lainnya putri.
Kedatangan mereka menjadi awal kehidupan baru di lingkungan Ma’had. Selain tinggal, para santri akan menjalani pembinaan keagamaan dan kehidupan bersama selama menjadi mahasiswa UIN Walisongo.
Pengasuh Ma’had UIN Walisongo, Dr. KH. Maghfurin, menyampaikan pesan khusus untuk para santri yang mulai datang.
“Selamat datang 1.300 santri baru Ma’had UIN Walisongo pada rangkaian penerimaan santri tanggal 14–16 Agustus,” ujar Maghfurin.
Ia mengingatkan agar keberadaan santri di Ma’had tidak dipahami sebatas tempat tinggal.
“Para santri bukan sekadar datang untuk tinggal di Ma’had, tetapi hadir untuk tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, moderat, dan mampu menebarkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Di Ma’had, para santri diharapkan dapat memperkuat iman sekaligus memperluas wawasan. Kehidupan bersama juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan belajar menghargai perbedaan.
Maghfurin berharap proses tersebut membentuk santri yang tidak hanya memiliki bekal keagamaan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga dari Ma’had UIN Walisongo lahir generasi yang moderat dalam berpikir, santun dalam bersikap, teguh dalam beragama, dan nyata dalam menebarkan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Salah satu orangtua santri asal Bojonegoro yang ikut mengantar anaknya, Istikhoroh menyebut mantap dan ikhals anaknya masuk Ma'had.
"Bismillah, insyallah mantap melanjutkan di Ma'had sini, biar ilmunya dari pesantren saat Aliyah nyambung, secara lokasi juga dekat," ujarnya.
Rangkaian penerimaan 1.300 santri baru berlangsung selama tiga hari. Setelah proses penerimaan selesai, mereka akan mulai menjalani kehidupan sebagai bagian dari keluarga besar Ma’had UIN Walisongo.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.