KKN UIN Walisongo Bantu UMKM Kopi Melalui Video Pemasaran Produk

Moh. Miftahul Arief
0
Tim KKN UIN Walisongo usai produksi promosi UMKM Pangkopi di Dusun Tlompak, Kabupaten Semarang. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terpadu (MIT) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo membantu membuat video pemasaran produk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Pangkopi di Dusun Tlompak, Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu 26 Agustus 2026.

Pangkopi merupakan komunitas budidaya dan penjualan kopi yang ada di Dusun Tlompak. Pangkopi sendiri dikelola oleh beberapa orang antara lain Taryono, Zairomy, dan Nurhadi. Ketiganya memiliki produk masing-masing, namun dikelola dalam satu payung bernama Pangkopi.

Salah satu anggota dari Pangkopi, Taryono menjelaskan pemasaran masing-masing produk masih menggunakan metode per orangan.

“Untuk saat ini, setiap orang punya pelanggannya masing-masing. Jadi pemasarannya masih dari orang ke orang,” jelas Taryono.

Ia memaparkan setiap anggota Pangkopi memiliki produk dan modal tersendiri.

“Masing-masing punya produk dan modal sendiri. Tapi kedepannya akan di bawah nama Pangkopi,” imbuhnya.

Menurut Taryono, promosi melalui sosial media biasanya jauh lebih efektif.

“Kalau lewat media sosial itu akan lebih cepat biasanya. Karena menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.

Koordinator Divisi Ekonomi dan Kreatif KKN MIT Posko 59, Suciatunni’matul mengatakan konsep video memiliki nilai cerita dari produk kopi.

“Video bukan hanya menyampaikan informasi saja, tetapi juga bisa membawa orang merasakan cerita dibalik produk,” ucapnya.

Lanjutnya promosi dalam bentuk video akan memperlihatkan proses pengolahan kopi yang membutuhkan waktu lama.

“Kita bisa memperlihatkan prosedur pembuatan, kondisi produknya, sampai cara penyajian secara langsung,” ujarnya.

Menurutnya konsep promosi melalui video tidak hanya berfokus pada produk, melainkan juga identitas UMKM.

“Konsep video tidak hanya fokus pada menjual produknya tetapi juga menjual cerita dan identitas UMKM tersebut. Konsumen tidak hanya mengenal kopinya, tetapi juga mengenal siapa yang membuat, bagaimana prosesnya dan apa yang membedakan dengan produk lainnya,” paparnya.

Menurut Suci, produk UMKM kopi memiliki potensi jika memiliki konsep promosi yang menarik.

“Produk yang bagus belum tentu dikenal kalau tidak terlihat. UMKM kopi memiliki potensi produk yang sangat kuat, tapi tanpa promosi yang menarik, jangkauan pasarnya bisa terbatas,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top