Riset Stereokimia Berbasis Digital, Dosen Saintek UIN Walisongo Raih Doktor

Moh. Miftahul Arief
0
Dosen Saintek UIN Walisongo Semarang, Dr. Anita Fibonacci, meraih doktor dengan predikat Excellent setelah meneliti pembelajaran stereokimia berbasis teknologi digital dan nilai Islam di UPI Bandung. Foto ist.

Semarang. EDUKASIA.ID - Memahami bentuk molekul dalam ruang tiga dimensi bukan perkara mudah bagi mahasiswa kimia. Materi stereokimia yang bersifat abstrak menuntut kemampuan mahasiswa untuk membayangkan struktur molekul yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Persoalan itu menjadi perhatian Dr. Anita Fibonacci, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang.

Melalui penelitian doktoralnya, Anita mengembangkan pembelajaran stereokimia berbasis teknologi digital yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam. Riset tersebut kemudian mengantarkannya meraih gelar doktor dari Program Studi Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan predikat Excellent.

Anita mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka pada Kamis, 20 Agustus 2026. Disertasinya berjudul “Perkuliahan Stereokimia Berbasis Digital Technology Bermuatan Nilai Islam untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Spatial Ability, Berpikir Kreatif dan Islamic Work Ethics”.

Teknologi digital dalam penelitian itu tidak sekadar digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Pemanfaatannya diarahkan untuk membantu mahasiswa memvisualisasikan struktur molekul dalam bentuk tiga dimensi sehingga konsep stereokimia lebih mudah dipahami.

Pendekatan tersebut juga dirancang untuk mengembangkan spatial ability atau kemampuan spasial mahasiswa. Kemampuan ini penting karena mahasiswa perlu memahami posisi dan hubungan antarstruktur molekul dalam ruang.

Tidak berhenti pada penguasaan konsep, penelitian Anita juga memasukkan aspek berpikir kreatif dan Islamic Work Ethics. Dengan demikian, pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam sidang doktoralnya, Anita mempertahankan hasil penelitian tersebut di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Dr. Paed. H. Sjaeful Anwar dan Dr. Siti Aisyah, S.Pd., M.Si.

Selama menyelesaikan studi, Anita dibimbing Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. sebagai promotor, Dr. Hernani, M.Si. sebagai co-promotor, serta Senior Assistant Prof. Roslinawati Mohd Roslan, Ph.D. sebagai co-promotor pendamping.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari FST UIN Walisongo. Dekan FST UIN Walisongo, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., menilai riset Anita relevan dengan pengembangan pembelajaran sains di tengah pemanfaatan teknologi digital.

“Kami tentu bangga dengan capaian Dr. Anita Fibonacci yang meraih doktor dengan predikat Excellent. Risetnya tentang stereokimia berbasis teknologi digital juga relevan dengan pengembangan pembelajaran sains yang lebih inovatif,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Atik Rahmawati, M.Pd., menyampaikan selamat atas keberhasilan Anita meraih predikat Excellent.

“Pencapaian predikat Excellent ini merupakan bukti dedikasi dan kualitas akademik yang luar biasa,” ujar Atik.

Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada capaian akademik pribadi. FST UIN Walisongo juga berharap terbuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas antara UIN Walisongo Semarang dan UPI Bandung.

Bagi FST UIN Walisongo, bertambahnya doktor dari kalangan dosen sekaligus memperkuat pengembangan pendidikan sains yang menghubungkan teknologi, kompetensi akademik, dan nilai keislaman dalam kerangka Unity of Sciences.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top