Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti. Foto Berita Batang.
Batang, EDUKASIA.ID - Pemkab Batang menyiapkan kesempatan bagi pelajar daerahnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Program ini digagas bersama International Trans Education Association (ITEA).
Kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Batang memperluas akses pendidikan internasional sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pada pelaksanaannya, pelajar yang berhasil lolos seleksi perguruan tinggi di Tiongkok bisa mendapatkan fasilitas bebas biaya kuliah atau tuition fee. Mereka juga memperoleh tempat tinggal gratis di dormitory.
Peserta hanya perlu menyiapkan biaya hidup selama berada di Tiongkok. Besarannya disebut relatif terjangkau.
“Pelajar yang lolos seleksi cukup membayar living cost, biaya kehidupan di sana, yang nominalnya kurang dari 2 juta untuk satu orang per bulan. Kalau dibandingkan dengan biaya pendidikan di Indonesia, terutama di kota besar, itu bisa jadi hampir sama atau lebih murah,” jelasnya Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Batang Eni Triwiyanti saat ditemui di Kantornya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Program tersebut juga mendapat dukungan dari Pemkab Batang. Pemerintah daerah menyiapkan dana stimulan untuk 10 calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang telah lolos seleksi perguruan tinggi.
Bantuan itu mencakup biaya pendampingan, medical check up, serta pengurusan visa dan paspor.
Meski demikian, penerima bantuan Pemkab Batang bukan berarti menjadi batas jumlah pelajar yang dapat mengikuti program. Peserta yang lolos seleksi tetapi tidak memperoleh insentif pemerintah daerah tetap bisa berangkat secara mandiri.
“Meski penerima insentif dari Pemkab Batang hanya sebanyak 10 orang, kuota keberangkatan pada dasarnya tidak dibatasi oleh pihak penyelenggara. Pelajar yang lolos seleksi perguruan tinggi di Tiongkok tetap dapat berangkat secara mandiri tanpa harus tergantung pada insentif pemerintah daerah,” terangnya.
Program kuliah ke Tiongkok ini rencananya mulai dijalankan pada 2027. Pada tahun pertama, Pemkab Batang menargetkan 30 pelajar dapat diberangkatkan.
Namun, target tersebut bukan menjadi batas akhir. Pemkab berharap semakin banyak pelajar Batang yang berhasil diterima di perguruan tinggi China melalui skema beasiswa tersebut.
Program ini juga berkaitan dengan perkembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang yang mulai menarik berbagai investasi asing. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap SDM lokal yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing secara global semakin besar.
“Kita harus akui Batang itu sudah menjadi Global Value Chain, maksudnya sudah menjadi rantai pasok industri global. Yang kita tawarkan tidak hanya lokasi yang strategis, tapi juga SDM yang kompeten,” tambahnya.
Dengan akses pendidikan ke luar negeri tersebut, Pemkab Batang berharap kualitas SDM daerah ikut meningkat dan nantinya mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang semakin terhubung dengan pasar global.



Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.