Dieng Culture Festival 2026 digelar 28–30 Agustus di Dieng. Catat ritual anak gimbal, kirab budaya, festival kopi, Jazz Atas Awan, hingga penerbangan lampion. Foto Disbudparekraf Jateng.
Banjarnegara. EDUKASIA.ID – Akhir Agustus nanti, Dataran Tinggi Dieng kembali ramai dengan rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026. Festival budaya tersebut digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, di kawasan Dieng Kulon, Banjarnegara.
Salah satu agenda yang paling ditunggu adalah Upacara Ritual Cukur Rambut Anak Gimbal. Agenda ini dijadwalkan berlangsung Sabtu, 29 Agustus, pukul 09.00–12.00 WIB di Kompleks Candi Arjuna.
Ritual tersebut menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Dieng. Sebelum ritual berlangsung, wisatawan dapat mengikuti Kirab Budaya menuju Kompleks Candi Arjuna yang dimulai pukul 07.00 WIB.
Namun, DCF 2026 bukan hanya soal ritual anak gimbal. Dilansir dari jatengprov.go.id, berikut sejumlah agenda lain yang bisa menjadi pilihan wisatawan selama berada di Dieng.
1. Kirab Budaya dan Ritual Anak Gimbal
Bagi yang ingin melihat sisi budaya DCF, pagi 29 Agustus menjadi waktu yang perlu dicatat.
Kirab Budaya dijadwalkan berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB menuju Kompleks Candi Arjuna. Setelah itu, rangkaian berlanjut dengan Upacara Ritual Cukur Rambut Anak Gimbal pada pukul 09.00–12.00 WIB.
Tradisi ruwat cukur rambut gimbal sendiri berkembang di wilayah Wonosobo, termasuk kawasan Dataran Tinggi Dieng. Dalam tradisi masyarakat setempat, rambut gimbal pada anak memiliki makna budaya tersendiri dan ritual cukur dilakukan sebagai bagian dari ruwatan.
2. Festival Kopi Dieng dan Pameran UMKM
Bagi wisatawan yang lebih suka menikmati suasana festival sambil kulineran, ada Festival Kopi Dieng.
Agenda ini berlangsung di Venue Gatotkaca selama dua hari, 28–29 Agustus, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.
Di Venue Arjuna, wisatawan juga dapat mengunjungi Pameran UMKM dan Festival Domba Batur. Jadi, datang ke DCF tidak harus terus berpindah dari satu pertunjukan ke pertunjukan lain. Ada pula ruang untuk menikmati produk lokal.
3. Karnaval Budaya
Karnaval Budaya masuk dalam rangkaian hari pertama DCF, Jumat, 28 Agustus.
Agenda ini dijadwalkan berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB di Venue Arjuna, setelah pembukaan DCF.
Karnaval menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melihat suasana festival dari sisi seni dan budaya sebelum memasuki rangkaian acara malam.
4. Jazz Atas Awan
Nama DCF juga sudah lama dikenal dengan pertunjukan musik di kawasan pegunungan. Pada DCF 2026, Jazz Atas Awan kembali masuk dalam rundown resmi.
Pertunjukan dijadwalkan hadir pada 28 dan 29 Agustus, dengan sejumlah sesi di Venue Gatotkaca dan Venue Pandawa.
Pada malam 29 Agustus, misalnya, ada Jazz Atas Awan Session dan Showcase sebelum rangkaian berlanjut ke agenda malam lainnya.
5. Penerbangan Lampion
Masih pada Sabtu malam, ada satu agenda yang cukup menarik perhatian wisatawan, yakni penerbangan lampion.
Agenda ini dijadwalkan berlangsung pukul 21.30 WIB di Venue Pandawa.
Setelah menikmati pertunjukan musik, pengunjung dapat menyaksikan langit malam Dieng dihiasi cahaya lampion.
6. Menikmati Pagi Dieng dan Musik Keroncong
Hari terakhir DCF berlangsung pada Minggu, 30 Agustus.
Rangkaian pagi dimulai pukul 04.00 hingga 10.00 WIB dengan Aksi Dieng Bersih. Setelah itu, ada Musik Keroncong dan pembagian doorprize pada pukul 08.00–10.00 WIB di Venue Gatotkaca.
Penutupan DCF 2026 dijadwalkan berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB.
Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Dieng pada akhir Agustus tidak hanya mendapatkan tontonan. Ada tradisi anak gimbal, kirab budaya, kopi, UMKM, musik, hingga kegiatan lingkungan dalam satu rangkaian festival.
DCF 2026 sendiri mengusung tema Spirit of Harmony dan dijadwalkan berlangsung 28–30 Agustus di Dieng Kulon, Banjarnegara.
Bagi wisatawan yang ingin mengikuti seluruh rangkaian, panitia menyediakan Paket Partisipan. Paket tersebut berlaku selama rangkaian festival, bukan tiket khusus untuk satu acara saja. Untuk informasi lengkap dan pembelian Paket Partisipan, kunjungi situs resmi festivaldieng.id.




Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.