Slow Jogging Lagi Tren, Pakar UGM Jelaskan Manfaatnya

Ma'rifah Nugraha
0
Ilustrasi. Foto Freepik.

EDUKASIA.ID - Belakangan ini slow jogging atau lari santai semakin digemari masyarakat. Selain mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya besar, olahraga ini juga disebut memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Pakar Fisiologi Olahraga UGM, Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D., Sp.BS., mengatakan slow jogging dilakukan dengan intensitas ringan sehingga seseorang masih bisa berbicara dan bernapas dengan nyaman saat berlari.

Sebelum mulai berolahraga, Zainal mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan agar tubuh tidak mengalami panas berlebih selama beraktivitas.

“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.

Selain mencukupi kebutuhan cairan, penggunaan sepatu yang sesuai juga tidak boleh diabaikan. Menurutnya, sepatu yang layak dapat membantu melindungi lutut dan sendi panggul dari benturan saat berlari.

Di balik gerakannya yang sederhana, slow jogging memberikan beragam manfaat bagi tubuh. Olahraga ini membantu jantung bekerja lebih optimal, melancarkan aliran darah hingga ke jaringan kulit, serta mendukung kesehatan kulit.

Zainal menjelaskan, jika dilakukan secara rutin dalam durasi yang cukup lama, slow jogging juga efektif membantu proses pembakaran lemak.

“Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, slow jogging juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Menurut Zainal, aktivitas ini dapat mengaktifkan saraf otak ke-10 atau vagus nerve yang berperan menjaga keseimbangan sistem tubuh sehingga seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, dan tidak mudah marah.

Olahraga bersama teman juga dinilai memberi manfaat tambahan karena mampu membangun co-regulation yang membantu mengatur sistem di dalam tubuh.

“Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih ya, jadi akan semangat,” terang Zainal.

Ia juga mengingatkan agar setiap orang melakukan pemanasan sebelum mulai berlari. Pemanasan diperlukan untuk menghangatkan tubuh, melancarkan aliran darah, serta mengurangi risiko kram otot.

Selama berolahraga, ritme napas juga perlu diperhatikan. Jika napas sudah terengah-engah, itu menjadi tanda intensitas latihan terlalu berat dan tubuh mulai kelelahan.

Zainal merekomendasikan durasi latihan sekitar 30-45 menit dalam satu sesi dengan frekuensi 3-5 kali dalam sepekan. Selain itu, kualitas tidur juga perlu dijaga agar tubuh siap menjalani aktivitas fisik.

Bagi pemula, ia mengimbau agar tidak terburu-buru meningkatkan intensitas latihan. Mulailah dari durasi singkat sekitar 5-10 menit, lalu tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

“Siapapun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap step by step,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top