Gus Kikin berkalung nametag biru saat berbincang dalam Muktamar NU ke-35 di Jombang. Foto muktamar.nu.id
Jombang. EDUKASIA.ID - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 pada Senin 31 Agustus 2026.
Sebelum dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Gus Kikin memiliki perjalanan pendidikan yang cukup beragam.
Dilansir dari muktamar.nu.id, Gus Kikin belajar di lingkungan pesantren sejak kecil, menempuh sekolah umum, kemudian memilih pendidikan pelayaran hingga kembali belajar ilmu komunikasi.
Berikut lima jejak pendidikan Gus Kikin:
1. Pendidikan Dasar Sambil Belajar di Pesantren
Gus Kikin mengawali pendidikan dasarnya di MI Parimono Jombang pada 1963–1970.
Di luar pendidikan madrasah, ia juga belajar di Pesantren Seblak. Masa pendidikan dasar itu sekaligus menjadi awal kedekatannya dengan dunia pesantren.
2. Melanjutkan Sekolah Umum di Jombang
Pendidikan Gus Kikin kemudian berlanjut di sekolah umum. Ia tercatat sebagai siswa SMP 1 Jombang pada 1971–1973.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengah di SMA Jombang pada 1974–1977.
3. Memilih Pendidikan Pelayaran
Setelah menempuh pendidikan di Jombang, Gus Kikin memilih jalur yang cukup berbeda. Ia masuk Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan menjalani pendidikan pada 1975–1979.
Dari pendidikan tersebut, Gus Kikin memiliki keahlian mengemudikan kapal. Ia juga menjalani praktik pelayaran yang membawanya mengelilingi dunia sebanyak empat kali.
4. Pendidikan yang Membawa ke Dunia Profesional
Keahlian yang diperoleh dari pendidikan pelayaran kemudian membawanya ke dunia kerja.
Gus Kikin berkarier di Djakarta Lloyd, perusahaan pelayaran milik negara. Pada usia 30 tahun, ia dipercaya menjadi Kepala Cabang Djakarta Lloyd di Cilegon.
Setelah lebih dari satu dekade bekerja di perusahaan tersebut, ia mengundurkan diri pada 1992 dan mengembangkan usaha di bidang shipping dan logistik.
5. Kembali Belajar Ilmu Komunikasi
Gus Kikin ternyata tidak berhenti belajar setelah memasuki dunia usaha.
Pada 2013, ia menempuh pendidikan jurusan Komunikasi di Universitas Terbuka. Pendidikan tersebut ditempuh untuk mendukung perintisan usaha media televisi.
Perjalanan itu kemudian mempertemukan kembali Gus Kikin dengan dunia pesantren. Pada Januari 2016, ia diminta KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menjadi Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng dan bersiap menghadapi suksesi kepemimpinan.
Melalui musyawarah keluarga besar Bani Hasyim, Gus Kikin kemudian disepakati menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng.
Kini, setelah menjalani perjalanan panjang dari lingkungan pesantren, sekolah umum, pendidikan pelayaran, dunia usaha, hingga ilmu komunikasi, Gus Kikin menerima amanah baru sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.