UNNES bersama MGMP Informatika Jepara membekali 64 guru SMP dengan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial melalui pelatihan KKA. Foto ist.
Jepara. EDUKASIA.ID – Sebanyak 64 guru Informatika SMP se-Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan penguatan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang digelar Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika SMP Kabupaten Jepara, di Aula SMPN 5 Jepara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat UNNES untuk memperkuat kesiapan guru dalam mengajarkan koding dan kecerdasan artifisial di sekolah.
Ketua Tim Pengabdian UNNES, Achmad Farchan, M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut salah satunya merespons kebijakan yang menempatkan koding dan kecerdasan artifisial sebagai mata pelajaran pilihan.
Menurut dia, tantangan di lapangan salah satunya berkaitan dengan latar belakang guru pengampu. Hampir 70 persen guru yang mengampu mata pelajaran tersebut disebut tidak memiliki latar belakang pendidikan informatika murni.
Karena itu, penguatan kompetensi guru dinilai penting agar pembelajaran KKA tidak berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi juga membangun kemampuan berpikir komputasional siswa.
“Ini adalah upaya membelajarkan bagaimana Ibu dan Bapak mengajarkan kemampuan berpikir komputasional untuk anak-anak SMP agar mereka punya kemampuan berpikir runut, sistematis, serta memahami sebab akibat,” kata Achmad.
Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan etika penggunaan kecerdasan artifisial kepada siswa sejak dini.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi. Guru juga mengikuti praktik pembelajaran.
Abdul Arif, M.Pd., membawakan materi dasar koding dan berpikir komputasional. Peserta kemudian dibimbing membuat chatbot sederhana menggunakan PictoBlox.
Materi kecerdasan artifisial disampaikan Indra Simanungkalit, M.Pd. Ia memberikan pengenalan dasar AI sekaligus praktik membuat konten kreatif dengan bantuan perangkat digital, termasuk Heygen.
Kepala SMPN 5 Jepara, Edy Suyanto, M.Pd., menyambut pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekolahnya menjadi lokasi pelatihan bagi guru Informatika dari berbagai SMP di Jepara.
Menurut Edy, penguatan kompetensi guru dibutuhkan karena pembelajaran KKA baru mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Jepara.
Koordinator MGMP Informatika dan KKA, Bambang Dwi Joko, M.Pd., mengatakan MGMP juga menyiapkan pembentukan Satgas KKA. Satgas tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mengawal persiapan materi hingga penilaian akhir semester.
Pengawas Pembina Disdikpora Jepara, Tri Daryatni, S.Kom., M.Kom., yang membuka kegiatan, mengingatkan guru agar tidak hanya berfokus pada penggunaan perangkat dan aplikasi.
“Algoritma pemrograman itu menjadi dasar apapun software-nya. Saya harapkan di sini nanti bukan sekadar menguasai soft programming, tapi bagaimana kita membangun algoritma berpikir komputasional,” ujarnya.
Menurut Tri, kemampuan tersebut penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi.
“Jangan sampai bergantung pada AI. Kita tingkatkan nanti agar mereka menjadi kreator,” katanya.
Pelatihan yang didanai melalui DPA UNNES Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan memperkuat kesiapan guru Informatika di Jepara dalam menerapkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di sekolah.





Komentar menggunakan bahasa sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit komentar apabila kurang layak tayang.